Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Olahraga Sulsel

Kisruh Seleksi Pra Porprov, Pesilat Parepare Tuntut Keadilan

Foto atlet pencak silat Parepare saat latihan

Parepare – Ketegangan muncul di tengah persiapan atlet pencak silat Parepare menjelang pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Provinsi (Pra Porprov) Sulawesi Selatan 2025. Para pesilat lokal menyuarakan kekecewaan setelah mendengar rencana Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Parepare yang memilih untuk merekrut atlet dari luar daerah.

Sebelumnya, puluhan atlet lokal mengikuti seleksi resmi pada 26–27 Juli 2025 di Aula Dinas Pendidikan Parepare. Salah satu peserta seleksi, Alfatir, menyatakan bahwa dirinya bersama sekitar 20 atlet lainnya lolos dan bersiap menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC). Namun, kabar mengenai perekrutan atlet luar mulai tersebar di kalangan peserta.

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

“Kami sudah ikut seleksi dan latihan sejak jauh hari. Tapi sekarang malah dengar kabar atlet dari luar yang mau dipilih. Padahal mereka tidak ikut seleksi,” ujar Alfatir pada Selasa (5/8).

Situasi ini membuat para atlet lokal merasa kecewa dan terpinggirkan. Mereka mengaku telah berlatih keras dan mengikuti seluruh proses dengan sungguh-sungguh. Namun, semangat mereka perlahan surut karena menduga hasil seleksi tidak menjadi pertimbangan utama. Beberapa di antara mereka juga mulai mempertanyakan komitmen IPSI dalam mendukung bakat daerah.

Ketua IPSI Parepare, Iskandar Nusu, langsung memberikan klarifikasi atas isu tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan proses seleksi dan belum memutuskan siapa saja yang akan mewakili Parepare. Menurutnya, kualitas menjadi faktor utama dalam penentuan atlet, bukan asal daerah.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

“Kami masih menyeleksi dan mencari atlet terbaik yang punya peluang meraih medali. Bukan soal dari mana dia berasal, tapi soal kualitasnya,” tegas Iskandar.

Ia juga menyebut bahwa Parepare akan menjadi tuan rumah cabang olahraga pencak silat pada Pra Porprov Oktober 2025. Oleh karena itu, IPSI berkomitmen menurunkan kontingen terkuat demi target prestasi.

Situasi ini memicu perbincangan hangat di kalangan pegiat olahraga dan masyarakat. Mereka menantikan keputusan IPSI yang berpihak pada keadilan, transparansi, dan keberpihakan terhadap atlet binaan sendiri.

Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Raih Juara 1 Favorit Poster Nasional Business Plan Competition

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *