Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Ekonomi Sulsel

Tangis Seorang Ibu: Hidupi 5 Anak dengan Upah Rp30 Ribu Sehari

Penyerahan bantuan kepada ibu buruh rumput laut Palopo yang berjuang menghidupi lima anaknya.
Lurah Ponjalae bersama Dinas Sosial menyerahkan bantuan kepada ibu buruh rumput laut di Palopo, Asriani, yang selama ini berjuang seorang diri membiayai lima anaknya.

Palopo – Ibu buruh rumput laut di Palopo bernama Asriani terus berjuang menjadi tulang punggung keluarga. Ia bekerja seorang diri untuk membiayai hidup lima anaknya di tengah keterbatasan ekonomi.

Setiap hari, Asriani mengikat rumput laut selama berjam-jam. Dari kerja keras itu, ia hanya membawa pulang Rp30 ribu hingga Rp40 ribu. Uang tersebut langsung ia pakai untuk makan sehari-hari sekaligus membayar kebutuhan lain. Lebih berat lagi, setiap bulan ia tetap harus melunasi kontrakan sebesar Rp450 ribu.

Prof Hasmyati Tampil dengan Lipa’ Sabbe Bugis Saat Menerima Penghargaan di Simposium Internasional Malaysia

Asriani tinggal bersama lima anaknya di rumah kontrakan kecil berbahan kayu. Mereka tidur beralaskan tikar tipis tanpa kasur. Kondisi rumah terlihat memprihatinkan karena pintu kamar mandi rusak dan belum pernah diperbaiki.

Situasi makin menyedihkan ketika tidak satu pun dari anak Asriani bersekolah. “Anakku tidak sekolah karena tidak ada biaya,” ungkap Asriani, Kamis (11/9/2025).

Melihat kondisi itu, Lurah Ponjalae, Gerhany, langsung bergerak membantu. “Saya sudah mendaftarkan salah satu anaknya ke sekolah terdekat. Kendala ada pada perlengkapan sekolah, sehingga kami menggalang dana,” ujarnya. Ia juga menyiapkan program ujian paket untuk anak lain yang lama putus sekolah.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Dinas Sosial Kota Palopo ikut turun tangan. Kabid Linjamsos, Irpandi, membawa bantuan berupa kasur, selimut, beras, dan perlengkapan bayi. Ia juga menegaskan rencana pengusulan keluarga ini untuk masuk program PKH.

Kisah ibu buruh rumput laut di Palopo tersebut mencerminkan perjuangan masyarakat kecil yang masih hidup dalam kemiskinan. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, harapan Asriani untuk memperbaiki hidup tetap terbuka.

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *