Makassar – Pemerintah Kota Makassar menargetkan wilayahnya menjadi pusat pembelajaran bahasa Inggris untuk kawasan Indonesia Timur. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional dan global.
“Makassar memiliki potensi menjadi simpul pembelajaran kawasan timur,” ujar Munafri Arifuddin, Selasa (18/6). Program ini ditujukan bagi pelajar, mahasiswa, hingga profesional lintas sektor.
Untuk mewujudkan target tersebut, Pemkot Makassar menggandeng sejumlah lembaga pendidikan dan pelatihan bahasa dalam merancang program bertaraf internasional. Fokus pelatihan akan berbasis pada kurikulum CEFR (Common European Framework of Reference for Languages), yang penerapannya mencakup pendidikan formal hingga pelatihan intensif di lembaga non-formal.
Munafri menjelaskan bahwa pendekatan ini akan menjembatani siswa lokal menuju standar global, dengan target menciptakan “English Hub” yang terintegrasi dan berkelanjutan. Untuk mendukung pelaksanaan program, Pemkot telah menyiapkan infrastruktur seperti ruang kelas modern, zona praktik bahasa, serta fasilitas digital untuk mendukung pembelajaran daring. Selain itu, kawasan dengan konsep “English area” juga dirancang di beberapa titik strategis di Makassar guna menciptakan lingkungan yang mendukung praktik berbahasa.
“Kami ingin pembelajaran ini terasa sehari-hari, tidak hanya di kelas,” lanjut Munafri.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari berbagai lembaga pelatihan seperti English Academy Center dan Kampung Inggris LC. Mereka mencatat peningkatan minat terhadap program intensif berbasis praktik harian. Banyak peserta berasal dari luar Sulawesi, termasuk dari Nusa Tenggara Timur dan Maluku, yang menjadikan Makassar sebagai alternatif selain Pare. Lembaga-lembaga tersebut menyambut baik langkah Pemkot dalam memperkuat branding Makassar di bidang pendidikan, serta menjalin kerja sama dengan Australia Awards untuk penguatan tenaga pengajar.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Makassar, sektor jasa termasuk pendidikan menyumbang lebih dari 70 persen terhadap perekonomian kota. Hal ini menjadi dasar yang kuat bagi pengembangan industri pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia di Makassar. Program pembelajaran bahasa Inggris ini juga diyakini akan mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pemerintah optimistis program ini akan menjadikan Makassar sebagai kota pembelajaran bertaraf internasional.
“Pendidikan adalah fondasi masa depan, dan Makassar siap menjadi pelopornya,” tutup Munafri Arifuddin. <spl>





Komentar