Jeneponto — Kapal Motor Laut (KML) Asia Mulia yang berlayar dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) menuju Pelabuhan Bunge, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, dilaporkan mengalami kecelakaan laut dan tenggelam di perairan Bantaeng pada Kamis (19/6) sekitar pukul 04.00 WITA.
Kecelakaan ini mengakibatkan tiga dari delapan awak kapal hilang dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh Tim Search and Rescue (SAR) Basarnas Makassar.Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengungkapkan bahwa operasi SAR langsung dibuka sesaat setelah laporan diterima.
Di hari pertama, Basarnas menerjunkan kapal RIB 02 dari Pos SAR Bantaeng. Namun, karena area pencarian yang cukup luas, operasi hari kedua diperkuat dengan kehadiran Kapal Negara (KN) SAR Kamajaya.
“Maka dengan ini kami kerahkan KN SAR Kamajaya sepanjang 68 meter untuk memaksimalkan pencarian pada hari ini,” kata Arif Anwar, Jumat (20/6).
Menurut informasi yang diterima, kapal naas tersebut membawa muatan 57 ekor kerbau dan delapan awak kapal. Kecelakaan diduga terjadi akibat tabrakan dengan kapal besi yang melintas di jalur yang sama, sehingga menyebabkan kapal terbalik.
Lima awak kapal berhasil diselamatkan oleh nelayan yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian. Mereka adalah Asrul (41), Ebit (30), Pence (31), Laki (32), dan Supri (25).
Sementara itu, tiga awak lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian, yaitu Supriadi Nunung (46) yang merupakan nahkoda kapal, Asdar (52) selaku Kepala Kamar Mesin (KKM), dan Aldi (27) sebagai kelasi kapal.
Basarnas Makassar memastikan operasi pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan. Pihak keluarga pun telah diberi informasi dan diminta bersabar menunggu perkembangan lebih lanjut dari tim SAR di lapangan. <spl>





Komentar