Jakarta – Dalam rangka memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di Sulawesi Selatan, Badan Pengurus Pusat (BPP) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) menandatangani kesepakatan pendirian kampus baru (22/6). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Dewan Penasehat BPP KKSS, Aksa Mahmud, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa.
Kesepakatan ini bertujuan untuk mendirikan perguruan tinggi yang fokus pada tiga fakultas utama: Fakultas Kedokteran, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Pendirian kampus ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak generasi muda yang unggul di Sulawesi Selatan.
Menteri Amran Sulaiman, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum BPP KKSS, menekankan pentingnya pendidikan dalam mempersiapkan SDM yang berkualitas. Ia menyatakan, “Gagasan tanpa tindakan tidak ada maknanya. Maka saya ingin bergerak cepat. Anggaran sudah siap, sekarang tergantung Pak Rektor.” Ia menargetkan kampus ini dapat beroperasi dalam waktu empat tahun ke depan.
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan komitmennya untuk berkontribusi dalam pengembangan SDM melalui pendirian kampus baru ini. Ia berharap kerjasama ini dapat memperkuat peran Unhas dalam mencetak lulusan yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan global.
Aksa Mahmud, sebagai Ketua Dewan Penasehat BPP KKSS, mengungkapkan bahwa pendirian kampus ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat identitas budaya dan pendidikan masyarakat Sulawesi Selatan. Ia berharap kampus ini tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
Pendirian kampus ini juga mendapat dukungan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yang menyatakan bahwa inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Ia berharap kampus ini dapat menjadi model bagi pendirian perguruan tinggi lainnya di daerah.
Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan Sulawesi Selatan dapat memiliki perguruan tinggi yang tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal dalam proses pembelajaran. Hal ini diharapkan dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berdaya saing tinggi. <spl>





Komentar