Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Peristiwa Sulsel

Truk Terguling di Toraja Utara, 8 Orang Tewas Saat Pulang dari Acara Adat

Toraja UtaraTruk terguling Toraja Utara menewaskan delapan orang saat rombongan warga pulang dari acara adat Rambu Solo. Kecelakaan maut ini terjadi pada Sabtu sore (12/7) di jalur licin dan menurun kawasan To’ Nanakan, Kecamatan Tikala, Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Kronologi Truk Terguling Tortorajaja Utara

Warga setempat bernama Enno menyaksikan langsung kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa truk tersebut baru saja membawa rombongan warga pulang dari acara adat Rambu Solo di Kecamatan Rindingallo.

PLT Rektor UNM Tekankan Prestasi Berkelanjutan

“Iya, habis dari Tongkon itu. Jalannya licin karena hujan, makanya truknya tergelincir di turunan,” kata Enno di lokasi kejadian.

Akibat kecelakaan tersebut, suasana panik langsung menyelimuti warga sekitar.

Penyelidikan Polisi Usai Kecelakaan Truk Terguling di Toraja Utara

Petugas dari Polres Toraja Utara segera turun ke lokasi. Hingga Sabtu malam pukul 23.20 WITA, pihak kepolisian mencatat delapan penumpang meninggal dunia. Empat orang meninggal di tempat, sedangkan empat lainnya menghembuskan napas terakhir di RS Elim Rantepao.

Ramah Tamah FT UNM, Dekan Tekankan Pengembangan Diri

Berikut ini nama-nama korban meninggal dunia:

  1. Jeni Padimanan
  2. Shenal
  3. Selpina Lobo
  4. Yulina Kadang
  5. Ludia Sau
  6. Petrus Ngala

Sementara dua nama korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

Satu Keluarga Jadi Korban Tewas

Tragisnya, tiga dari delapan korban merupakan anggota satu keluarga. Anak mereka tewas di lokasi kejadian, sementara sang ayah meninggal setelah dirawat di RS Elim Rantepao. Beberapa menit kemudian, sang ibu juga meninggal dunia. Satu anak lainnya kini masih dirawat intensif di rumah sakit.

Mahasiswa Teknik Elektronika UNM Juara Internasional

Keluarga ini berasal dari Tampan Bonga, Bangkelekila, Toraja Utara.

Warga dan Keluarga Korban Menangis Histeris

Setelah kejadian, warga setempat langsung mengevakuasi korban dan membawa mereka ke RS Elim Rantepao. Pada malam harinya, suasana duka menyelimuti ruang jenazah. Puluhan keluarga korban menangis histeris. Bahkan, beberapa orang pingsan karena tak sanggup menahan kesedihan.

Kapolres Pastikan Penyelidikan Tuntas

Kapolres Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto, menegaskan bahwa pihaknya telah memulai penyelidikan menyeluruh. Ia menyatakan bahwa polisi akan memeriksa semua aspek, mulai dari kondisi jalan, kesaksian warga, hingga kelayakan teknis kendaraan.

“Kami ingin memastikan penyebab kecelakaan, apakah karena kelalaian manusia atau kendaraan yang tidak layak,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa koordinasi dengan Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, telah dilakukan untuk mendampingi keluarga korban.

“Kami komitmen menuntaskan investigasi ini, dan akan bekerja sama dengan pemerintah daerah demi keselamatan transportasi masyarakat,” tambahnya.

Masyarakat Desak Pemerintah Perbaiki Jalur Rawan

Kecelakaan ini memicu sorotan tajam dari warga terhadap kondisi jalan. Jalur turunan To’ Nanakan dikenal sempit, licin, dan minim pengaman. Oleh karena itu, banyak warga meminta pemerintah segera memperbaiki jalur tersebut agar tidak memakan korban lagi di masa mendatang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *