Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Sulsel

Viral! Bupati Enrekang Langgar Aturan, Pengendara Motor Tanpa Helm Terancam Penjara

Bupati Enrekang berboncengan motor tanpa helm saat antar anak ke sekolah
Bupati Enrekang Muh Yusuf Ritangnga mengantar anaknya ke sekolah tanpa mengenakan helm, viral dan menuai kritik warganet.

Enrekang – Pengendara motor tanpa helm kini harus lebih berhati-hati. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) menegaskan bahwa setiap pengendara sepeda motor wajib memakai helm standar SNI. Jika melanggar, pengendara bisa menerima hukuman kurungan maksimal satu bulan atau denda hingga Rp250 ribu.

Bupati Enrekang Terekam Langgar Aturan Lalu Lintas

Kasus pelanggaran ini menjadi sorotan setelah Bupati Enrekang, Muh Yusuf Ritangnga, terekam video saat mengantar anaknya ke sekolah tanpa mengenakan helm. Yusuf terlihat mengenakan seragam lengkap ASN, sementara anaknya memakai seragam merah putih. Mereka berboncengan menggunakan motor matic tanpa pelindung kepala.

Mahasiswa Teknik Elektronika UNM Juara Internasional

Unggahan di Media Sosial Justru Tuai Kritik

Setibanya di sekolah, beberapa guru dan siswa menyambut kedatangan Yusuf. Ia lalu mengunggah momen tersebut ke akun Instagram pribadinya dengan keterangan “Mengantar anak di hari pertama masuk sekolah.” Namun, unggahan itu justru menuai kritik. Banyak warganet mempertanyakan sikap seorang pejabat yang tidak memberi contoh keselamatan berkendara.

Respons dan Permintaan Maaf Bupati Yusuf

Salah satu akun yang mengomentari video tersebut menulis, “Bapak Bupati harusnya pakai helm juga kalau mengendarai motor.” Akun lain juga mengingatkan bahwa aturan menggunakan helm berlaku, meski jaraknya dekat.

Menyadari kesalahan tersebut, Yusuf menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengaku tindakannya bersifat spontan karena rumah dan sekolah anaknya hanya berjarak dekat dan melewati jalan lingkungan yang sepi. Namun demikian, ia tetap mengakui kekeliruannya.

Himanika FT UNM Luncurkan Horti Smart System

“Perbuatan spontanitas dari kami, tanpa pertimbangan yang baik,” ucap Yusuf saat dikonfirmasi, Selasa (15/7).

“Permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak berwajib dan kepada masyarakat karena tidak memberi contoh yang baik,” tambahnya.

Polisi Tegaskan Aturan Berlaku untuk Semua pengendara motor tanpa helm

Di sisi lain, pihak kepolisian menegaskan bahwa alasan jarak dekat tidak menghapus kewajiban penggunaan helm. Polisi terus mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan demi keselamatan bersama. Kepatuhan pada peraturan lalu lintas bukan sekadar formalitas, tetapi langkah nyata untuk melindungi diri dan orang lain.

Mahasiswi JPP UNM Juara Makeup Sulawesi Selatan

Aturan Lengkap Soal Dokumen Kendaraan dan Sanksinya

Selain kewajiban menggunakan helm, UU LLAJ juga mengatur sanksi bagi pengendara yang tidak membawa dokumen resmi seperti SIM dan STNK. Jika pengendara tidak membawa SIM, mereka bisa dikenai denda maksimal Rp250 ribu dan hukuman kurungan selama satu bulan. Bahkan, jika tidak memiliki SIM sama sekali, sanksinya bisa lebih berat: pidana empat tahun penjara dan denda hingga Rp1 juta.

Pengingat untuk Semua Pengendara Motor Tanpa Helm

Dengan demikian, kejadian ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab semua pihak. Baik masyarakat biasa maupun pejabat publik harus menjadi contoh dalam menaati aturan lalu lintas. Kedisiplinan dalam berkendara akan menciptakan budaya berlalu lintas yang lebih aman dan tertib. Pengendara motor tanpa helm harus menyadari bahwa risiko kecelakaan jauh lebih tinggi tanpa perlindungan kepala yang memadai.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *