Enrekang – Ricuh turnamen sepakbola Enrekang meledak saat pertandingan antara Makmur Jaya dan Pantura FC di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Suporter Pantura FC menerobos lapangan karena menolak keputusan wasit yang tidak memberikan penalti. Mereka terlibat dorong-dorongan dengan panitia dan aparat keamanan.
Kapolsek Alla, Iptu Maga, menyebutkan bahwa insiden terjadi ketika waktu tersisa tiga menit. Suporter mulai berteriak, kemudian memaksa masuk ke lapangan. Panitia dan aparat pun langsung bertindak untuk mengamankan situasi.
“Waktu tinggal tiga menit. Mereka protes karena tak dikasih penalti, lalu masuk lapangan. Kami segera menghalau,” ungkap Iptu Maga Jumat (25/7).
Turnamen berlangsung di Lapangan Sepakbola Belajen, Kecamatan Alla, Kamis (24/7/2025), sekitar pukul 17.15 Wita. Panitia menghentikan pertandingan saat suporter terus merangsek masuk. Mereka segera meminta semua penonton kembali ke tempat duduk demi menghindari kerusuhan yang lebih besar.
Menurut keterangan panitia, hanya sebagian kecil suporter yang masuk ke lapangan. Mereka mengungkapkan rasa kecewa secara langsung karena menganggap timnya dirugikan.
“Yang masuk cuma sebagian penonton. Mereka merasa tidak puas dengan keputusan wasit,” ujarnya.
Meskipun ricuh turnamen sepakbola Enrekang memanas, kapten dan manajer Pantura FC tetap menandatangani hasil pertandingan. Makmur Jaya resmi menang 2-0 dalam pertandingan tersebut.
“Panitia menyatakan hasil sah karena kedua pihak menandatangani. Jadi bukan WO,” katanya.
Video yang tersebar menunjukkan sejumlah suporter menerobos lapangan, sementara panitia dan petugas keamanan segera menahan mereka dan mengembalikan situasi menjadi kondusif. Ricuh turnamen sepakbola Enrekang ini menjadi pelajaran penting soal kedisiplinan dan sikap sportif di lapangan.





Komentar