Selayar — Semangat gotong royong masyarakat Kepulauan Selayar kembali menjadi sorotan Bupati Selayar setelah sejumlah warga di berbagai desa bahu-membahu memperbaiki jalan secara swadaya. Aksi solidaritas ini muncul sebagai respons terhadap penundaan pembangunan infrastruktur akibat kebijakan efisiensi anggaran nasional.
Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhammad Natsir Ali, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif warga yang tidak tinggal diam melihat kondisi jalan rusak. Bupati menegaskan bahwa meskipun pemerintah daerah tengah menghadapi keterbatasan fiskal, ia tetap mengapresiasi semangat kolektif warga yang memperbaiki infrastruktur dan berkomitmen untuk memberikan dukungan nyata.
“Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa program pembangunan memang harus ditunda karena adanya penyesuaian anggaran sesuai kebijakan nasional. Beberapa ruas jalan sebenarnya telah masuk dalam rencana kerja, namun karena rasionalisasi belanja, pelaksanaannya harus ditunda sementara,” ujar Bupati Natsir Ali pada Jumat malam (25/7).
Pemkab Selayar menyalurkan bantuan material bangunan secara langsung untuk menunjang upaya warga yang secara mandiri memperbaiki jalan rusak. Pemerintah juga mengoordinasikan bantuan tersebut melalui lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar distribusi bantuan berlangsung merata dan tepat sasaran.
“Pemerintah tidak tinggal diam. Kami akan terus mendukung upaya masyarakat. Ini adalah bentuk nyata dari semangat A’munte Sibatu, A’bulo Sipappa, yang menjadi fondasi kerja sama antara pemerintah dan warga,” tegas Bupati.
Ia pun menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama daerah. Pemerintah daerah akan mengalokasikan kembali anggaran untuk proyek pembangunan yang tertunda setelah situasi fiskal stabil dan efisiensi berakhir.
Langkah ini menegaskan komitmen Pemkab Selayar membangun daerah dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat, bukan hanya intervensi langsung. Warga menunjukkan semangat gotong royong yang mampu menjaga roda pembangunan tetap bergerak, meskipun mereka menghadapi keterbatasan anggaran.





Komentar