Close sidebar
Advertisement Advertisement
Makassar

Layanan Publik Digital Jadi Prioritas, DPD KNPI Kota Makassar Tegaskan Komitmen Dukungan

Ketua Bidang Perencanaan dan Pemetaan Wilayah DPD KNPI Kota Makassar, Syahrullah Sanusi

Makassar — Pemerintah Kota Makassar terus mengakselerasi transaksi non-tunai berbasis QRIS di pasar, terminal, dan layanan publik lainnya. Langkah layanan publik digital ini bertujuan memperkuat efisiensi, mempercepat pelayanan, dan menghindari pungutan liar dalam transaksi sehari-hari.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham fokus membangun sistem pembayaran digital yang mudah diakses. Mereka ingin menghadirkan layanan publik digital yang transparan dan akuntabel bagi masyarakat.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Inovasi Teknologi Ubah Pola Layanan Masyarakat

Ketua Bidang Perencanaan dan Pemetaan Wilayah DPD KNPI Kota Makassar, Syahrullah Sanusi, mendukung penuh penerapan sistem ini. Ia menyebutnya sebagai bagian penting dari digitalisasi pasar tradisional yang bisa meningkatkan daya saing ekonomi lokal.

“Teknologi seperti transaksi non-tunai berbasis QRIS memberikan solusi nyata untuk masyarakat. Selain itu, inovasi ini membantu UMKM dan pedagang pasar agar lebih siap menghadapi era digital,” ujar Syahrullah, Selasa (29/7/2025).

Dengan sistem ini, masyarakat dapat menikmati transaksi yang cepat, aman, dan tanpa hambatan. Digitalisasi pasar tradisional, menurut Syahrullah, juga membuka jalan menuju ekonomi kerakyatan digital yang lebih merata.

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Pemuda Digital Siap Dorong Produk Lokal

Syahrullah mengingatkan pentingnya peran pemuda dalam mendukung program ini. Ia mengutip Bung Karno: “Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Lalu ia menambahkan, “Beri aku sepuluh pemuda melek digital dan paham QRIS, produk lokal bisa mengguncang pasar dunia.”

Sementara itu, ia mengecam pernyataan seorang oknum yang menyebut penerapan QRIS tidak tepat. Ia menilai kritik tersebut hanya memancing kegaduhan dan menunjukkan ketidaktahuan terhadap arah pembangunan kota.

“Pemerintah sudah bergerak maju dengan teknologi. Justru aneh jika masih ada tokoh yang menolak layanan publik digital. Jangan sampai suara sumbang ini mengganggu proses perubahan yang sedang berlangsung,” tegas Syahrullah.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

DPD KNPI Tegaskan Komitmen Dukung Ekonomi Digital

DPD KNPI Kota Makassar menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Mereka siap berdiri bersama Pemkot dan PD Pasar Raya demi mewujudkan ekonomi kerakyatan digital di Makassar.

“QRIS bukan ancaman. Sebaliknya, sistem ini menjadi jembatan menuju transaksi yang lebih modern dan inklusif. Kami tidak akan diam melihat pihak-pihak yang hanya bisa mengkritik tanpa memberi solusi,” ujar Syahrullah lagi.

Dengan demikian, DPD KNPI mengajak seluruh pemuda agar ikut menjaga semangat kolaborasi dan inovasi. Ia juga menegaskan agar masyarakat tidak mudah percaya pada figur yang mengaku pemimpin, tapi hanya jadi penghambat kemajuan kota.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *