Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Hukum

Kabur Saat Razia, Pria di Sinjai Lari ke Sawah

Momen polisi saat mengejar pelaku

Sinjai– Aksi tak biasa terjadi di Jalan Poros Sinjai-Watampone, Desa Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Jumat (1/8). Seorang pria bernama Arsyad nekat meninggalkan sepeda motornya lalu berlari ke arah persawahan saat melihat petugas melakukan razia kendaraan.

Arsyad berasal dari Desa Sukamaju, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, dan tinggal di Tonra, Kabupaten Bone. Ia langsung panik saat melihat petugas gabungan dari Pemkab Sinjai dan Satlantas Polres Sinjai. Ia langsung tancap gas—bukan dengan motor, tetapi dengan kaki, meninggalkan motornya begitu saja.

FT UNM Perluas Sinergi Industri Melalui Campus Hiring FGDP

Kapolres Sinjai AKBP Harry Azhar Hasry membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan Arsyad melarikan diri karena tidak membawa surat-surat kendaraan yang lengkap.

“Dia melihat banyak kendaraan diberhentikan petugas, lalu langsung kabur. Petugas mengejarnya hanya untuk memeriksa pajak kendaraan, bukan karena pelanggaran berat,” ujar AKBP Harry, Sabtu (2/8).

Kejadian lucu sekaligus menegangkan ini terekam dalam sebuah video berdurasi 2 menit 2 detik yang kemudian viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang polisi tampak berlari mengejar Arsyad hingga ke tengah sawah sambil merekam kejadian tersebut.

PLT Rektor UNM Tekankan Prestasi Berkelanjutan

Setelah kelelahan, Arsyad akhirnya berhenti dan memohon ampun. Ia bahkan sempat berkata bahwa polisi adalah orang baik. Momen tersebut mengundang gelak tawa netizen sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya tertib berlalu lintas.

Petugas langsung menggeledah Arsyad untuk memastikan tidak ada barang mencurigakan. Petugas memeriksa Arsyad dan menemukan bahwa ia tidak membawa apa-apa selain meninggalkan motornya di pinggir jalan.

Tilang Tetap Berlaku, Razia Akan Berlanjut

AKBP Harry memberikan tilang kepada Arsyad karena menemukan bahwa ia tidak membawa surat kendaraan yang lengkap. Meski demikian, pihak kepolisian tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam proses razia.

Ramah Tamah FT UNM, Dekan Tekankan Pengembangan Diri

“Banyak warga yang masih takut karena tidak terbiasa melihat banyak petugas. Tapi razia ini dilakukan untuk ketertiban pajak kendaraan dan keselamatan pengendara itu sendiri,” jelas Harry.

Ia menegaskan bahwa kegiatan razia akan terus berlanjut dalam rangka mendukung program penertiban pajak kendaraan bermotor yang sedang digalakkan Pemerintah Kabupaten Sinjai.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *