Bone – Pemerintah Kabupaten Bone menghadirkan dua unit bus sekolah untuk mendukung mobilitas pelajar di kawasan perkotaan Watampone. Pemerintah mengambil langkah ini untuk menjawab keresahan orang tua yang selama ini melihat anak-anak mereka nekat mengendarai motor meski masih di bawah umur.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bone, Andi Arman Boby, menegaskan bahwa program ini dari kepedulian pemerintah terhadap keselamatan siswa. “Tujuannya jelas, kami ingin memudahkan anak-anak ke sekolah tanpa harus lagi berkendara sendiri. Bus sekolah ini hadir sebagai layanan aman untuk mereka,” ujar Andi Arman, pada Minggu (24/8).
Satu unit bus melayani rute dari arah Mappanyukki yang melewati SMA 3 Bone, MTs Negeri 1, hingga MAN 1 Bone. Sementara satu unit lainnya melaju ke wilayah utara menuju arah Kabupaten Wajo dengan jalur yang melewati beberapa sekolah. Setiap bus menampung sekitar 40 siswa sehingga mampu memenuhi kebutuhan transportasi pelajar di dalam kota.
Andi Arman menjelaskan bahwa pihaknya sengaja mengatur jalur agar bus benar-benar melayani pelajar secara maksimal. Ia menekankan bahwa keberadaan bus akan menghentikan kebiasaan siswa menumpang kendaraan terbuka seperti truk. “Mudah-mudahan bus sekolah ini benar-benar dimanfaatkan dan memberi rasa aman bagi anak-anak maupun orang tua,” tambahnya.
Para orang tua langsung memberikan respon positif. Nurhayati (35), warga Bone, merasa lega karena anak-anaknya kini bisa berangkat ke sekolah dengan aman. “Selama ini saya khawatir kalau anak-anak memaksa bawa motor sendiri. Dengan adanya bus sekolah, insyaAllah orang tua lebih tenang karena anak-anak diantar jemput dengan aman,” ujarnya.
Basri (38) juga menilai bus sekolah sebagai langkah tepat untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar. Ia berharap pemerintah memperluas rute agar lebih banyak anak bisa merasakan manfaatnya. “Tidak semua orang tua bisa antar jemput setiap hari, jadi bus sekolah akan sangat membantu,” katanya.





Komentar