Enrekang – Jembatan Enrekang nyaris putus membuat warga Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, gelisah. Jembatan gantung penghubung antarkecamatan itu sudah setahun hanya bertumpu pada papan dan balok. Warga pun harus menanggung risiko besar setiap kali melintas.
Seorang warga bernama Ammi menegaskan bahwa jembatan tersebut sangat berbahaya. “Sudah sekitar setahun jembatan ini nyaris putus. Kami hanya mengandalkan papan yang disambung untuk menyeberang,” ungkapnya.
Ammi juga menekankan bahwa warga harus ekstra hati-hati saat melintas. Ketika hujan turun, warga memilih tidak melewati jembatan karena papan menjadi licin. “Kami selalu mengecek kondisi jembatan dulu. Kalau licin setelah hujan, kami tidak berani melintas,” tambahnya.
Jembatan Enrekang nyaris putus ini berada di ruas jalan Bulo-Asaan yang menghubungkan Desa Kadingeh di Kecamatan Baraka dengan Desa Bulo di Kecamatan Bungin. Setiap hari warga dan pelajar menggunakan jalur ini sebagai akses utama menuju sekolah maupun aktivitas ekonomi.
Ammi menuntut pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut. “Kami khawatir korban jiwa jatuh jika kondisi ini terus dibiarkan. Padahal, motor pun masih melintas di atas papan sambungan itu,” tegasnya.
Kepala Desa Bulo, Wahyu, menjelaskan bahwa banjir pada Mei 2024 merusak jembatan itu. Warga dan pemerintah desa kemudian melakukan perbaikan darurat sebisanya. Namun, Wahyu menegaskan bahwa kewenangan penuh berada di tangan Pemkab Enrekang.
“Kami sudah melaporkan kondisinya ke Pemkab. Karena jalan ini masuk dalam SK kabupaten, maka Pemkab harus segera memperbaikinya,” jelas Wahyu.
Warga kini menunggu tindakan nyata dari Pemkab Enrekang agar jembatan vital ini tidak lagi membahayakan keselamatan mereka.





Komentar