Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Peristiwa Sulsel

Kebakaran Hanguskan Rumah Panggung di Bone, Uang Rp 270 Juta dan Emas 50 Gram Ludes

Foto Kebakaran hebat melanda rumah warga bernama Hadijah (67) di Kabupaten Bone

BoneKebakaran rumah panggung milik Hadijah (67) di Dusun Jangkali, Desa Seberang, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Selasa (21/10/2025) pagi. Kobaran api muncul sekitar pukul 07.30 Wita dan menghanguskan seluruh isi rumah.

Kapolsek Lamuru, AKP Nurhayati, menjelaskan kejadian itu terjadi begitu cepat. “Betul, satu unit rumah panggung terbakar pagi tadi. Tidak ada korban jiwa, tapi kerugiannya cukup besar,” katanya.

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Hadijah kehilangan uang tunai sebesar Rp 270 juta, emas seberat 50 gram, gabah 30 karung, dan 100 zak pupuk. Nurhayati menyebut api mulai muncul dari salah satu kamar sebelum menyebar ke seluruh bagian rumah.

“Korban sedang memasak di dapur saat melihat api sudah membakar kamarnya. Dia langsung berteriak meminta tolong kepada warga,” ujar Nurhayati.

Api dengan cepat membesar karena seluruh bangunan terbuat dari kayu. Warga sekitar berusaha menolong, tetapi kobaran api terlalu besar. Mereka akhirnya menunggu bantuan dari pemadam kebakaran.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

Dua unit mobil damkar dari Lapri tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 Wita. Petugas bersama warga bergotong royong menaklukkan api dan berhasil memadamkannya sekitar pukul 10.00 Wita.

Nurhayati menuturkan pihaknya masih menyelidiki sumber api. “Kami masih mendalami penyebab kebakaran. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik, tapi kami pastikan kembali setelah olah TKP,” jelasnya.

Usai kebakaran, warga sekitar membantu Hadijah mengevakuasi sisa barang yang masih bisa diselamatkan. Pemerintah desa juga menyalurkan bantuan sementara berupa makanan dan pakaian.

Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Raih Juara 1 Favorit Poster Nasional Business Plan Competition

Meski kehilangan seluruh harta bendanya, Hadijah tetap bersyukur karena seluruh anggota keluarganya selamat. “Saya cuma bisa ikhlas, semua sudah rezeki dari Allah,” ucapnya lirih sambil menatap puing-puing rumah yang kini tinggal arang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *