Makassar – Empat mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 28 hari di Malaysia. Program ini ikut mahasiswa dari dua fakultas berbeda dan menjadi bagian dari upaya UNM memperluas pengalaman belajar mahasiswanya ke tingkat internasional.
Salah satu peserta, Mirnawati dari Fakultas Teknik, menuturkan bahwa selama KKN ia berperan sebagai pengajar di sekolah Indonesia yang ada di Malaysia. Ia bersama rekannya membantu proses belajar mengajar bagi siswa dari jenjang TK hingga SMA. “Kami mengajar anak TK, SD, SMP, sampai SMA. Program kerjanya fokus mencerdaskan anak Indonesia. Biasanya kami mulai pukul 07.45 dan selesai sekitar 16.30,” ujarnya melalui pesan WhatsApp pada Jumat (31/10/2025).
Mirnawati mengaku sangat senang dapat menjalani KKN di luar negeri. Menurutnya, pengalaman ini menjadi momen berharga untuk belajar hal baru sekaligus menambah wawasan lintas budaya. “Yah pasti sangat excited karena bisa ke luar negeri dan cari pengalaman yang baru,” ungkapnya penuh semangat.
Selain mempersiapkan diri secara akademik dan mental, Mirnawati juga menyiapkan kebutuhan pribadi selama berada di Malaysia. Ia mengaku membawa sejumlah uang untuk keperluan sehari-hari, meski tidak menyebutkan jumlahnya secara pasti.
Semangat Mahasiswa UNM dalam Kegiatan KKN Malaysia
Kegiatan KKN ke Malaysia bukan hal baru bagi Universitas Negeri Makassar. Kepala Pusat KKN UNM, Sumarlin, menyampaikan bahwa program ini telah berjalan beberapa kali. “Sejak saya menjabat sebagai kepala KKN sudah tiga kali terlaksana. Tahun 2025 ini merupakan pelaksanaan ketiga, tapi sebelumnya juga sudah pernah dilakukan,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.
Sumarlin menambahkan, KKN internasional tersebut memiliki nota kesepahaman (MoU) yang perlu di perbarui untuk periode berikutnya. Namun, pemerintah saat ini masih membatasi kegiatan lintas negara sehingga pihaknya tengah mencari solusi agar program tetap berjalan. “Untuk saat ini ada MoU yang harus di perpanjang, tapi karena pemerintah membatasi perjalanan lintas negara, alternatif yang terpikirkan adalah sistem daring,” jelasnya.





Komentar