Makassar – Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Hasmyati, tampil sebagai pembicara dalam Simposium Antarabangsa Kepustakaan, Terjemahan dan Kecerdasan Buatan (LiTr.AI) yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 3–4 Juni 2026.
Kehadiran Prof Hasmyati dalam forum ilmiah bertaraf internasional tersebut menegaskan kontribusinya dalam mengembangkan kajian budaya dan olahraga di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Pada hari kedua simposium, mantan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNM selama dua periode itu menjadi narasumber dalam Sidang 4. Ia mempresentasikan makalah berjudul “Olahraga Rakyat Dalam Pelestarian Cikal Bakal Budaya di Era AI.”
Melalui makalah tersebut, Prof Hasmyati mengupas potensi teknologi AI dalam mendokumentasikan, menganalisis, dan melestarikan olahraga rakyat sebagai bagian dari warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
“Saya akan menjadi pembicara di konferensi antarbangsa. Ada tiga agenda kegiatan di Malaysia yang kami ikuti,” kata Prof Hasmyati saat dikonfirmasi.
Menurut Prof Hasmyati, olahraga rakyat tidak hanya berfungsi sebagai sarana rekreasi. Berbagai permainan tradisional juga menyimpan identitas budaya, nilai kebersamaan, filosofi hidup, serta pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Sebagai pengurus besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI), ia menilai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dapat menjadi solusi untuk menjaga eksistensi olahraga rakyat di tengah perubahan zaman dan derasnya arus digitalisasi.
Melalui teknologi AI, berbagai bentuk olahraga tradisional dapat terdokumentasi secara lebih sistematis. Teknologi tersebut juga memungkinkan akademisi dan peneliti mengumpulkan data, menganalisis perkembangan olahraga rakyat, hingga menyusun strategi pelestarian yang lebih efektif.
Partisipasi Prof Hasmyati dalam Simposium LiTr.AI sekaligus menunjukkan peran aktif akademisi Indonesia dalam mendorong pemanfaatan teknologi modern untuk melestarikan budaya lokal. Gagasan yang ia bawa juga memperlihatkan bagaimana inovasi digital dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas budaya bangsa.
Selain menjadi pembicara, Prof Hasmyati turut memperkuat jejaring akademik internasional bersama sejumlah delegasi perguruan tinggi dari berbagai negara. Dalam kesempatan tersebut, ia bersama delegasi UNM menjalin komunikasi akademik dengan pimpinan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) yang diwakili Pemangku Naib Canselor (Plh Rektor) UTM, Prof Ts Dr Ali bin Selamat.
Pertemuan itu membuka peluang pengembangan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran akademik, dan pengembangan sumber daya manusia antara perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia.
Melalui keikutsertaannya dalam forum internasional tersebut, Prof Hasmyati tidak hanya memperkenalkan hasil kajian akademiknya kepada dunia internasional, tetapi juga memperkuat posisi UNM dalam membangun kolaborasi global serta mengembangkan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung pelestarian budaya lokal Indonesia.





Komentar