Makassar — Mahasiswi Program Studi S1 Jurusan Pariwisata dan Perhotelan (JPP) Universitas Negeri Makassar (UNM) angkatan 2025, Athira Alyafarras Muhlis, berhasil meraih Juara 1 pada Makeup Competition Pelajar & Mahasiswa se-Sulawesi Selatan yang berlangsung di Graha Pena, Makassar, Rabu, (8/07/2026). Prestasi tersebut menjadi pencapaian membanggakan bagi Athira yang baru memulai perkuliahan, sekaligus menambah daftar prestasi mahasiswa UNM pada bidang kreativitas dan seni tata rias.
Kompetisi tersebut menghadirkan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar SMA, mahasiswa, hingga makeup artist dari sejumlah daerah di Sulawesi Selatan. Athira mengaku tidak mengetahui jumlah pasti institusi yang mengikuti kompetisi, namun ia memastikan terdapat perwakilan mahasiswa dari Jurusan Pariwisata dan Perhotelan UNM yang turut ambil bagian.
Perjalanan Athira menuju podium juara berawal dari media sosial. Ia menemukan informasi mengenai workshop sekaligus kompetisi ketika sedang menjelajahi Instagram. Sosok makeup artist asal Bone yang menjadi narasumber workshop menjadi alasan utama dirinya tertarik mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya sedang scroll Instagram, terus muncul postingan workshop. Awalnya saya lihat karena menghadirkan MUA hits dari Bone yang memang sudah lama menjadi MUA impian saya. Dari dulu saya ingin belajar langsung sama kakak itu, tetapi biaya privatnya sangat mahal. Kebetulan workshop ini menawarkan harga yang jauh lebih terjangkau,” ujar Athira.
Setelah menemukan informasi tersebut, Athira langsung meminta izin kepada orang tuanya. Dukungan keluarga membuatnya semakin percaya diri untuk mengikuti kompetisi sekaligus mempersiapkan seluruh kebutuhan secara mandiri.
“Saya minta izin ke mama untuk ikut workshop dan lombanya. Alhamdulillah orang tua sangat mendukung, jadi saya semakin semangat mengikuti kegiatan ini,” katanya.
Athira kemudian mulai menyusun konsep penampilan. Ia mencari model yang sesuai dengan tema riasan, meminjam busana dari mahasiswa Program Studi Busana UNM, serta memilih berbagai aksesori agar seluruh konsep tampil selaras.
“Saya cari model yang cocok dengan bajunya. Setelah itu saya cari aksesori seperti anting dan hiasan rambut karena model saya tidak berhijab. Saya ingin penampilan kali ini benar-benar maksimal,” tuturnya.
Juara Lahir Lewat Persiapan
Persiapan Athira tidak berhenti pada konsep riasan. Ia memilih menangani sendiri seluruh proses penataan rambut tanpa bantuan penata rambut profesional. Tiga hari menjelang perlombaan, ia menggelar latihan secara rutin bersama model agar setiap detail sesuai dengan konsep yang telah dirancang.
“Saya tidak memanggil tim penata rambut. Semua saya kerjakan sendiri. H-3 saya mulai membentuk rambut di rumah, lalu tiga hari berturut-turut saya latihan bersama model mulai dari makeup sampai tes baju,” ungkapnya.
Sebelum berangkat menuju lokasi lomba, Athira meminta doa restu kepada kedua orang tuanya. Ia mengaku sempat menghadapi beberapa kendala ketika berada di arena kompetisi, tetapi tetap berusaha menjaga fokus hingga seluruh rangkaian lomba selesai.
“Sebelum datang ke tempat lomba saya minta restu dan doa kepada orang tua. Setelah sampai memang ada beberapa hal yang sempat huru-hara, tetapi alhamdulillah semua berjalan lancar dan saya sendiri yang handle,” ujarnya.
Athira menilai dukungan keluarga dan teman-teman menjadi kekuatan terbesar selama proses perlombaan. Baginya, keberhasilan tersebut tidak hanya lahir dari kemampuan teknis, tetapi juga dari doa dan semangat yang terus mengiringi setiap langkahnya.
“Semua ini berkat support dan doa dari keluarga serta teman-teman,” katanya.
Meskipun baru menjadi mahasiswa angkatan 2025, Athira telah aktif mengikuti berbagai perlombaan sejak masih duduk di bangku SMK pada akhir 2022. Pengalaman tersebut membantunya mengelola tekanan dan meningkatkan kepercayaan diri setiap kali mengikuti kompetisi.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan bahagia bisa meraih Juara 1. Pencapaian ini menjadi pengalaman yang memotivasi saya untuk terus belajar, mengembangkan teknik, dan mengatur waktu dengan lebih baik,” ujarnya.
Athira berharap pencapaian tersebut menjadi awal dari perjalanan karier yang lebih baik pada bidang tata rias. Ia juga ingin prestasi yang diraihnya mampu membawa nama baik Universitas Negeri Makassar dan Jurusan Pariwisata dan Perhotelan serta menginspirasi mahasiswa lain agar berani mengembangkan potensi.
“Semoga ke depannya saya semakin sukses, mendapatkan lebih banyak job makeup, terus meningkatkan kualitas diri. Saya juga berharap pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi Universitas Negeri Makassar dan Prodi JPP, serta menginspirasi teman-teman untuk terus berkarya dan berprestasi,” tutupnya.





Komentar