Takalar — Seorang pelajar SMP di Takalar, Sulawesi Selatan, berinisial MF, dilaporkan menganiaya pacarnya sendiri, NM, setelah ajakan bertemu yang disampaikan lewat WhatsApp ditolak. Insiden ini terjadi pada Rabu pagi, (11/6), dan kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian.
Menurut keterangan saksi, pelaku mendatangi sekolah korban dalam keadaan emosi. Tanpa banyak bicara, MF langsung memukuli NM. Korban mengalami pemukulan sebanyak tiga kali di pelipis kiri dan dua kali di bagian belakang kepala. “Pelaku memukul dengan cara meninju,” ujar kerabat korban.
Tidak hanya itu, pelaku juga disebut menendang sebuah kursi hingga mengenai betis korban, menyebabkan memar dan nyeri. “Pelaku mendorong kursi dengan kakinya sampai kursi itu meluncur dan membentur betis korban,” lanjut kerabat tersebut.
Saat ini, NM masih mengeluhkan rasa sakit di bagian kepala dan betis akibat penganiayaan tersebut. Keluarga korban telah melaporkan kejadian ini ke Polres Takalar untuk proses hukum lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Hatta, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pendalaman. “Kasus ini sementara ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Dalam penanganannya, akan ditempuh upaya diversi terlebih dahulu, sesuai dengan prosedur penanganan kasus anak,” jelas AKP Hatta.
Diversi merupakan proses penyelesaian perkara anak di luar peradilan pidana, dengan mengedepankan pendekatan keadilan restoratif. Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pendidikan karakter, pengendalian emosi, serta pengawasan terhadap relasi sosial remaja di lingkungan sekolah. <spl>





Komentar