Makassar – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Menara Pinisi, Jumat (8/8/2025). Mahasiswa menilai pihak kampus belum menyelesaikan berbagai persoalan, sehingga mereka menggelar aksi sebagai bentuk protes.
Massa aksi menyuarakan tiga tuntutan utama dalam demonstrasi tersebut. Mereka mendesak penyelesaian kasus jual beli nilai yang mencuat belakangan ini, meminta kejelasan pembangunan Gedung Teknol Fakultas Teknik, serta menuntut perbaikan infrastruktur jalan di Kampus Parang Tambung yang mereka nilai membahayakan keselamatan mahasiswa.
Jenderal Lapangan aksi, Muammar Qhadafi S, menyampaikan bahwa pihak rektorat, khususnya Wakil Rektor I, sebelumnya telah menyatakan telah mengantongi data mahasiswa yang terlibat dalam praktik jual beli nilai. Namun, hingga kini belum ada tindakan tegas terhadap kasus tersebut.
“Bahasa yang dilontarkan oleh WR I itu jelas, bahwa sudah ada data mahasiswa yang terlibat praktik jual beli nilai. Tapi kami minta tindak lanjut pimpinan, penyelesaian harus sampai ke akar-akarnya,” tegas Muammar.
Selain itu, massa juga menyoroti lemahnya sistem keamanan siber kampus yang menyebabkan dugaan kebocoran data nilai mahasiswa. Massa aksi meminta Direktur ICT UNM beserta jajaran teknisnya bertanggung jawab atas terjadinya kebocoran sistem yang menyebabkan praktik jual beli nilai.
“Ada beberapa oknum pimpinan, salah satunya direktorat ICT dan jajarannya, itulah yang perlu kita mintai pertanggungjawaban. Kenapa bisa sampai dibobol cybersecurity-nya?” lanjut Ammar.
Menurutnya, akibat lemahnya sistem keamanan tersebut, sejumlah mahasiswa menjadi korban, baik secara akademik maupun psikologis.
Mahasiswa juga mempertanyakan kelanjutan pembangunan Gedung Technopark Fakultas Teknik karena menilai prosesnya tidak transparan dan minim informasi. Mereka meminta pihak universitas segera memberikan penjelasan terbuka mengenai progres pembangunan tersebut.
Menjelang akhir aksi, massa mendesak Birokrat UNM segera membentuk tim investigasi independen untuk menyelidiki dugaan pelanggaran kampus.





Komentar