Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Ekonomi Sulsel

BLT Desa Baringeng Disalurkan untuk Warga Terdampak

Potret Andi Aris saat memberikan bantuan BLT kepada penerima. Foto: Ibnu Qayyum Abdullah/Ngerti.id

Soppeng – Pemerintah Desa Baringeng kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Baringeng, Selasa (9/9/2025), dan turut Kepala Desa Andi Aris.

Dalam penuturannya kepada wartawan Ngerti.Id, ia menegaskan bahwa pemberian BLT tetap terselenggara secara rutin sesuai aturan. “Empat kali dilaksanakan dalam setahun triwulan,” ucapnya.

Sepeda Listrik FT UNM Raih Apresiasi Rektor

BLT Desa dan Kuota Penerima

Andi Aris menjelaskan, BLT yang bersumber dari dana desa setiap tahun mengalami pengurangan kuota penerima. Tahun 2024 tercatat 27 penerima, sedangkan tahun 2025 hanya tersisa 20 orang. “Hampir setiap tahun adanya penurunan kuota penerima BLT,” ungkapnya.

Meski demikian, pemerintah desa tetap berupaya agar bantuan lebih tepat sasaran. Menurutnya, pernah pula ada pengalihan kepada masyarakat yang belum pernah tersentuh bantuan. “Kalau yang miskin ekstrem tidak tersentuh, selama BLT masih berlanjut tetap akan diprioritaskan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan lima kriteria penerima BLT. Pertama, masyarakat dengan penyakit kronis. Kedua, kepala keluarga perempuan dari keluarga miskin. Ketiga, warga yang kehilangan mata pencaharian. Keempat, rumah tangga yang tidak menerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Kelima, rumah tangga dengan anggota tunggal lanjut usia.

FT UNM Pamerkan Karya Inovatif Berdampak

Andi Aris menambahkan, jumlah bantuan yang tersalurkan tetap 900 ribu rupiah per triwulan atau setara 300 ribu rupiah per bulan. “Tetap 900 bantuan, tidak boleh kurang, jadi setiap bulan itu terhitung 300 ribu,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa setiap perubahan penerima harus melalui musyawarah bersama. “Kalau ada pengganti penerima BLT akan dilakukan musyawarah. Yang melakukan musyawarah yaitu pemerintah desa, BPD, Babinsa, tokoh pemuda, tokoh agama, dan masyarakat,” jelasnya.

Dengan demikian, program BLT di Desa Baringeng tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga menjaga transparansi melalui keterlibatan banyak pihak. Pemerintah desa berharap bantuan ini dapat benar-benar membantu masyarakat yang membutuhkan serta mengurangi beban hidup warga miskin.

FT UNM Perluas Sinergi Industri Melalui Campus Hiring FGDP

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *