Jeneponto – Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, S.E., M.M., menerima penghargaan atas komitmen kuatnya dalam menerapkan skema Transfer Anggaran Kabupaten berbasis Ekologi (Ecological Fiscal Transfer/EFT). Fitria Muslih menyerahkan penghargaan kepada Bupati Jeneponto dalam Konfernas VI atas nama Koalisi Pendanaan Ekologi.
Paris Yasir bersyukur atas penghargaan itu dan menegaskan kebijakan ekologis tetap jadi prioritas pembangunan Jeneponto ke depan. “Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga pengingat tanggung jawab bagi kami untuk terus menjalankan kebijakan yang menjunjung prinsip keadilan ekologis dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sinergi Nasional untuk Pendanaan Hijau
Konfernas VI yang mengangkat tema “Menapak Paradigma Baru: Inovasi dan Integritas untuk Pendanaan Hijau yang Transformatif” menghadirkan tokoh-tokoh penting, seperti Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Paliwang, dan Bupati Siak Afni Zulkifli. Mereka hadir bersama kepala daerah lainnya yang telah menerapkan kebijakan pendanaan ekologis di wilayah masing-masing.
Fitria Muslih dalam laporannya memaparkan bahwa saat ini terdapat 46 pemerintah daerah di Indonesia yang telah mengadopsi pendekatan EFT. Menurutnya, meski jumlah ini masih tergolong sedikit, implementasi di tingkat daerah menunjukkan hasil yang signifikan bagi pencapaian target nasional dalam penanganan perubahan iklim. “Ecological Fiscal Transfer adalah alat kebijakan strategis yang perlu diperkuat secara nasional agar lebih terintegrasi dalam kebijakan publik,” jelasnya.
Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pendanaan Ekologi menilai Pemerintah Kabupaten Jeneponto berhasil membangun mekanisme fiskal yang mendorong pelestarian lingkungan. Paris Yasir mengajak semua elemen, baik pemerintah maupun masyarakat sipil, untuk bersama-sama memperkuat tata kelola pembangunan yang adil secara sosial dan ekologis.
Ke depan, ia berharap pendekatan pendanaan ekologis ini mampu membantu Indonesia menghadapi krisis iklim global yang semakin nyata.





Komentar