Bantaeng – Dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy atau yang akrab disapa Uji Nurdin, secara resmi menyerahkan studi kelayakan pembangunan saluran irigasi ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Senin (16/6).
Kunjungan ini dilakukan di kantor BBWS Pompengan Jeneberang, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Pada kesempatan tersebut, Uji Nurdin mempresentasikan langsung hasil Feasibility Study (FS) yang disusun oleh Universitas Hasanuddin (Unhas), terkait pembangunan sistem irigasi pipanisasi untuk wilayah pertanian tadah hujan di Kabupaten Bantaeng.
“Di Desa Layoa, terdapat sekitar 1.600 hektare sawah tadah hujan yang belum memiliki sistem irigasi permanen. Dalam satu tahun bisa tanam tiga kali, tapi banyak yang gagal panen karena bergantung pada cuaca,” ujar Uji Nurdin.
Ia menjelaskan bahwa penerapan sistem pipanisasi merupakan solusi yang direkomendasikan dari hasil studi, meskipun tantangan utamanya adalah jarak saluran yang cukup panjang, yakni sekitar 92 kilometer.
Sementara itu, di Kecamatan Uluere yang dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura di Sulsel, sistem irigasi juga menjadi kebutuhan mendesak. “Uluere penghasil sayur utama. FS juga menunjukkan solusi pipanisasi di sana, dan jaraknya lebih pendek, sekitar 6 kilometer,” tambahnya.
Uji Nurdin berharap, proyek ini dapat segera ditindaklanjuti mengingat potensi besar pertanian Bantaeng dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ia juga menekankan bahwa dukungan dari BBWS sangat penting mengingat besarnya anggaran yang dibutuhkan.
“Ini langkah nyata kami untuk mewujudkan program ‘Petani Bangkit’ sekaligus mendukung misi pemerintah pusat dalam swasembada pangan. Kami optimis, jika irigasi ini terealisasi, petani kami bisa lebih sejahtera,” pungkasnya. <spl>





Komentar