Bone – Malam pesta miras di Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, berakhir dengan tragedi bagi seorang pria berusia 22 tahun berinisial MR. Ia mengalami penganiayaan brutal yang dilakukan oleh sekelompok pria penjaga tambang, bahkan tubuhnya sempat ditelanjangi sebelum dilempar kembali ke truk yang ia bawa.
Kejadian bermula ketika sekelompok penjaga tambang mengajak MR minum bersama. Suasana awal berjalan akrab, namun keadaan berubah drastis saat korban hendak pulang. Beberapa pria dari kelompok tersebut menyerang MR secara membabi buta. Mereka memukul wajahnya hingga lebam, menendang tubuhnya, lalu menarik pakaiannya sampai telanjang. Korban yang tak berdaya akhirnya kembali dimasukkan ke dalam truk dengan kondisi mengenaskan.
Keluarga korban tidak bisa menyembunyikan amarah dan kekecewaan. AM, salah seorang anggota keluarga, mengungkapkan bahwa penganiayaan itu membuat MR mengalami luka serius. Tangannya patah, wajahnya penuh memar, dan tubuhnya lemah akibat serangan bertubi-tubi. “Untung nyawanya masih tertolong, tapi luka yang dia alami sangat parah. Kami tidak bisa tinggal diam, makanya kami langsung melapor ke Polsek Barebbo,” tegas AM, pada Sabtu (16/8).
Laporan keluarga membuka jalan bagi pihak kepolisian untuk turun tangan. Kapolsek Barebbo, Iptu Muh Arif, memastikan jajarannya sudah menangani kasus tersebut. Polisi memeriksa delapan orang saksi dan mengumpulkan bukti dari tempat kejadian perkara. Arif menjelaskan, keterangan para saksi masih bertolak belakang, sehingga penyidik terus melakukan pendalaman.
Menurut Arif, pihak kepolisian juga sudah memeriksa beberapa terduga pelaku. Salah satunya mengakui perbuatannya dan menyebut bahwa insiden bermula ketika mereka mabuk bersama. “Kami terus mendalami kasus ini. Semua bukti dan keterangan akan kami gelar sebelum menetapkan langkah hukum berikutnya,” jelasnya.
Kasus penganiayaan ini memicu keresahan warga sekitar tambang. Mereka menilai, insiden itu mencoreng rasa aman di kampung mereka. Warga berharap polisi menindak tegas para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang.





Komentar