Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Ekonomi Gaya Hidup Sulsel

Banjir 2 Meter Landa Sinjai, Petani Desa Pattongko Terancam Gagal Panen

Potret sawah milik warga yang terendam banjir

Sinjai – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sinjai selama dua hari terakhir menyebabkan meluapnya Sungai Lolisang dan merendam sekitar 4 hektare sawah serta 37 rumah warga di Desa Pattongko, Kecamatan Tellulimpoe. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan petani akibat potensi gagal panen.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai, Budiaman, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, banjir yang melanda kawasan itu dikategorikan sebagai banjir bandang dengan ketinggian air mencapai lebih dari dua meter. “Banjir disebabkan oleh tingginya curah hujan yang membuat debit Sungai Lolisang meluap. Akibatnya, sekitar 4 hektare lahan persawahan terendam, bersama 37 rumah warga di tiga dusun Desa Pattongko,” jelas Budiaman saat dikonfirmasi, Sabtu (14/6).

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Dusun Lamberasa disebut menjadi wilayah pertanian yang terdampak paling parah. Sekretaris Desa Pattongko, Khairul Asidin, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap nasib para petani yang mengandalkan musim panen sebagai sumber penghidupan utama. “Yang kami takutkan ketika ada banjir seperti ini, para petani berpotensi gagal panen. Ini akan berdampak pada ekonomi rumah tangga mereka,” kata Khairul.

Ia menambahkan bahwa saat ini, petani sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah daerah untuk bisa bangkit kembali. “Kami mengharapkan perhatian pemerintah atas kejadian ini. Petani sangat memerlukan pupuk, racun hama, dan bibit untuk menunjang aktivitas pertanian pascabanjir,” ujarnya.

Merespons kondisi tersebut, Bupati Sinjai Hj. Andi Ratnawati Arief telah menginstruksikan jajarannya untuk segera mengambil langkah cepat dalam penanganan darurat. “Kami telah menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat untuk warga terdampak. Saat ini, kami fokus pada pemulihan kondisi masyarakat dan sektor pertanian,” tutur Budiaman.

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Pemerintah Kabupaten Sinjai juga tengah melakukan koordinasi lintas instansi untuk mengidentifikasi langkah pemulihan jangka menengah dan panjang, terutama untuk memastikan petani tetap bisa melanjutkan produksi pertanian mereka di musim tanam berikutnya.

Banjir yang terjadi di Desa Pattongko menjadi pengingat bahwa perubahan iklim dan kerusakan lingkungan dapat berdampak langsung pada ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Pemerintah daerah pun diharapkan lebih aktif dalam membangun sistem mitigasi bencana yang tangguh, khususnya di sektor pertanian. <spl>

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *