Makassar – Pemerintah Kota Makassar kembali membuka peluang investasi di sektor kemaritiman kepada Belanda melalui Indonesia–Netherlands Maritime Business Forum di Hyatt Place Makassar. Wali Kota Munafri Arifuddin menyambut kehadiran delegasi Belanda dengan optimisme tinggi sebagai bagian dari strategi pengembangan Makassar New Port (MNP). Forum ini dipandang sebagai momentum penting untuk mewujudkan investasi nyata, bukan sekadar dialog (18/6).
Munafri menyoroti posisi strategis Makassar sebagai pusat maritim dan logistik di Indonesia Timur, yang berada di jalur ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia). “Selamat datang di Kota Makassar, Kita tidak ingin tamu‑tamu dari Belanda hanya datang jalan‑jalan dan melihat‑lihat. Kami berharap membawa semangat kolaborasi dan kemauan untuk berinvestasi di Makassar,” ujarnya. Penanda keseriusan tersebut, forum juga disertai dengan pembicaraan bilateral antara Pemkot Makassar, Kedutaan Belanda, serta Kementerian Belanda bidang infrastruktur.
Lebih lanjut Munafri menegaskan kesiapan Makassar membuka ruang investasi tidak hanya di sektor maritim, tapi juga sektor infrastruktur, transportasi, ekonomi, dan industri. “Kami di Kota Makassar siap membuka ruang investasi, tak hanya di sektor maritim, tetapi juga di sektor lain,” tegasnya. Selain itu, ia menekankan pentingnya investasi yang bersifat inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat lokal, sebagai bagian dari keadilan sosial.
Deputy Head of Mission Belanda, Adriaan Palm, turut menyatakan ketertarikan terhadap potensi Makassar. Dalam kunjungan 23 April 2025 di Balai Kota, ia menyatakan, “Tadi diskusi tentang potensi kerja sama di bidang ekonomi. Saya sudah lihat Makassar, banyak potensi di dalamnya, yang bisa kita kerja samakan. Kita ingin bisnis berjalan.” Rencananya, delegasi ekonomi Belanda akan kembali ke Makassar pada Juli 2025 untuk penjajakan lanjutan sektor kemaritiman.
Dari sisi korporasi, PT Pelindo IV menyambut positif tawaran kerja sama pengembangan MNP Tahap III kepada pihak Belanda, termasuk peluang konsesi pelabuhan dan transfer teknologi. Direktur Utama Pelindo IV, Farid Padang, menjelaskan bahwa fasilitas ini didesain sebagai zona ekonomi terpadu dan memerlukan investasi besar, mencapai Rp 69 triliun. Kerja sama ini juga mencakup pengembangan SDM melalui MoU untuk pertukaran tenaga & kursus di Belanda. <spl>





Komentar