Makassar — Aksi brutal geng motor kembali terjadi di Makassar. Sebanyak tujuh anggota geng motor, termasuk ketuanya yang masih berstatus pelajar SMA, ditangkap pihak kepolisian setelah melakukan penganiayaan terhadap dua remaja hingga menyebabkan luka serius.
Kapolsek Mamajang Kompol Ahmad Rosma mengatakan, kejadian itu berlangsung di perbatasan Kecamatan Mamajang dan Mariso pada Kamis dini hari (19/6). Korban MF (17) dan DS (16) diserang secara tiba-tiba saat sedang nongkrong bersama teman-temannya.
“Salah satu korban mengalami luka bacokan di kepala, perut, lutut, dan jari tangannya hampir putus akibat sabetan parang,” ujar Ahmad Rosma saat konferensi pers di Mapolsek Mamajang, Minggu (23/6).
Pelaku utama, MFH (17), yang merupakan ketua geng motor, kini mendekam di sel tahanan. Polisi juga menyita barang bukti berupa satu parang, busur panah beserta anak panah, serta empat unit sepeda motor yang digunakan saat beraksi.
Dari hasil pemeriksaan, para pelaku diketahui sebelumnya mengonsumsi minuman keras tradisional jenis ballo, yang diduga memicu keberanian mereka melakukan penyerangan tanpa alasan yang jelas.
Selain menyerang warga, saat penggerebekan pada Sabtu malam (22/6/2025), tiga anggota geng motor sempat melawan petugas dengan melepaskan anak panah busur. Beruntung, upaya tersebut berhasil digagalkan dan ketiganya diringkus tanpa korban jiwa di pihak kepolisian.
MFH dijerat Pasal 80 ayat (1) jo Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman hingga 9 tahun penjara. Sementara tiga pelaku lainnya yang menyerang polisi terancam pidana berlapis berdasarkan KUHP Pasal 214 jo Pasal 351 dengan ancaman hingga 12 tahun penjara. Adapun enam anggota lainnya dikenakan wajib lapor disertai pernyataan tertulis agar tidak mengulangi perbuatan serupa.
Kasus ini menambah panjang catatan kekerasan geng motor di Makassar. Sebelumnya, pada awal Juni 2025, Polrestabes Makassar juga menangkap 10 anggota geng motor karena terlibat aksi tabrak petugas saat tawuran di kawasan Panakkukang.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto menegaskan pihaknya terus meningkatkan patroli rutin, operasi senjata tajam, dan sosialisasi di sekolah untuk menekan aksi kekerasan kelompok bermotor ini.
“Kami minta dukungan masyarakat agar segera melapor jika menemukan aktivitas geng motor di lingkungan mereka,” kata Kombes Budhi. <spl>





Komentar