Close sidebar
Advertisement Advertisement
Makassar

Pembangunan Wilayah Kepulauan Dipercepat, Munafri Siapkan Sekolah dan Transportasi Laut

Munafri Arifuddin saat di sambut kedatangannya dengan warga dan siswa Pulau

Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menegaskan komitmen kuat untuk pembangunan wilayah kepulauan untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kepulauan.

Pemerintah Kota Makassar menggulirkan berbagai inisiatif yang bertujuan memperkuat akses pendidikan, transportasi, serta ekonomi masyarakat di wilayah pulau. Melalui strategi menyeluruh, pemerintah ingin memastikan pembangunan wilayah kepulauan berjalan setara dengan kawasan daratan.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

“Kami sangat memperhatikan masyarakat di kepulauan. Pembangunan tidak boleh hanya terpusat di daratan. Kami harus menjadikan potensi dan kebutuhan masyarakat pulau sebagai prioritas,” tegas Munafri di Balai Kota Makassar, Kamis (7/8/2025).

Kecamatan Kepulauan Sangkarrang mencakup beberapa pulau, antara lain Pulau Kodingareng, Pulau Barrang Caddi, Pulau Barrang Lompo, Pulau Langkai, Pulau Lanjukang, Pulau Lumu-Lumu, dan Pulau Bone Tambu.

Pemerintah Siapkan Sekolah Rakyat dan Program Gizi Anak di Kepulauan

Munafri mengungkapkan bahwa Pemkot Makassar tengah mempersiapkan dua program utama untuk masyarakat kepulauan, yaitu pendirian Sekolah Rakyat dan peluncuran program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Menurutnya, anak-anak di pulau harus menikmati akses pendidikan dan gizi yang setara dengan wilayah daratan.
“Saya ingin menghadirkan Sekolah Rakyat di pulau. Kalau perlu kami bangun sekolah berasrama, kami akan cari aset Pemkot yang cocok untuk itu,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.

Saat ini, Pemkot Makassar tengah memetakan aset milik pemerintah di Pulau Barrang Lompo dan Barrang Caddi. Pemerintah berencana memanfaatkan lahan tersebut untuk membangun sekolah dan pusat distribusi program MBG.

Meskipun lahan terbatas menjadi tantangan, Pemkot Makassar tetap mencari solusi. Munafri bahkan sudah menjalin komunikasi dengan Kementerian PUPR untuk membahas kemungkinan pengecualian aturan tata ruang di pulau sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan wilayah kepulauan.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

“Kalau kita punya lahan dua hektare, saya sudah sampaikan ke teman-teman di Kementerian PU. Kita ingin bangun fasilitas seperti sekolah, dan butuh perlakuan khusus. Kalau tidak bisa, kita akan bangun bertahap dan mandiri,” jelas Munafri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *