Belopa – Empat bulan setelah bencana angin puting beliung melanda tiga kecamatan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pemerintah daerah akhirnya menyalurkan bantuan tahap pertama kepada warga terdampak. Bantuan ini diberikan dalam bentuk Dana Bahan Baku Rumah (BBR) dari Kementerian Sosial, dan diserahkan langsung oleh Bupati Luwu, Patahuddin, pada Senin, (9/6) di Rumah Jabatan Bupati, Belopa Utara.
Bencana yang terjadi pada (8/2) tersebut merusak sedikitnya 52 rumah warga di Kecamatan Larompong Selatan, Lamasi, dan Lamasi Timur. Namun hingga awal Juni, baru 15 korban yang tercatat menerima bantuan dari pemerintah.
“Dana bantuan ini untuk membeli bahan baku memperbaiki rumah warga yang terdampak bencana. Semoga bermanfaat,” ujar Bupati Luwu, Patahuddin, saat penyerahan bantuan.
Besaran bantuan yang diterima bervariasi, tergantung tingkat kerusakan rumah masing-masing, mulai dari Rp8 juta untuk kerusakan sedang hingga Rp25 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan berat. Salah satu penerima, Aripudin dari Desa Temboe, mendapatkan bantuan maksimal karena rumahnya rusak parah.
Warga lain seperti Siti Naimah Kasim dari Desa Dadeko menerima Rp8 juta, sementara Yasmin dari desa yang sama menerima Rp13 juta. Di desa lainnya seperti Bonepute, Batulappa, Bulolondong, dan Pongsamelung, bantuan juga disalurkan dengan nominal serupa.
Selama empat bulan terakhir, banyak warga korban puting beliung hidup dalam kondisi memprihatinkan, tinggal di rumah tidak layak huni atau menumpang di rumah kerabat karena belum adanya bantuan nyata.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Luwu, Hasliana Nurdin, menyatakan bahwa penyaluran bantuan baru bisa dilakukan setelah verifikasi dan peninjauan oleh Kementerian Sosial.
“Ketika bencana terjadi, kami langsung diperintahkan Pak Bupati untuk turun lapangan melakukan pendataan,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa proses pendataan cukup memakan waktu, yang turut menyebabkan keterlambatan dalam penyaluran bantuan. Meski begitu, belum ada keterangan resmi dari pemerintah mengenai kapan sisa korban lainnya akan menerima bantuan serupa. Dari total 52 rumah terdampak, pemerintah belum menjelaskan alasan mengapa baru 15 yang dibantu.
Ketidakpastian mengenai tahap lanjutan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan warga, apakah seluruh korban akan memperoleh hak yang sama atau tidak. Hingga kini, belum ada jadwal resmi untuk penyaluran bantuan tahap berikutnya. <spl>





Komentar