Teknologi – Google resmi meluncurkan layanan AI canggih bernama Flow di Indonesia pada Sabtu (12/7). Teknologi ini memungkinkan pengguna menciptakan video sinematik hanya dengan mengetik deskripsi teks sederhana. Google memperkenalkan Flow pertama kali dalam konferensi Google I/O 2025 di Amerika Serikat pada Mei lalu. Setelah menjalankan uji coba terbatas, kini Flow tersedia bagi pengguna di Indonesia.
Dengan kehadiran Flow, kreator konten, profesional pemasaran, hingga pelaku industri kreatif dapat bekerja lebih efisien. Pengguna cukup memasukkan perintah teks, kemudian sistem secara otomatis mengubahnya menjadi video resolusi tinggi dengan narasi suara dan transisi visual. Dalam blog resminya, Google menjelaskan bahwa Flow memanfaatkan model generatif Veo 3 Fast untuk mengatur pergerakan kamera, pencahayaan, dan detail adegan.
Selain itu, fitur Frames to Video kini aktif. Pengguna dapat mengunggah beberapa gambar, lalu Flow merangkainya menjadi klip sinematik utuh. Tak hanya itu, pengguna juga bisa menyesuaikan musik latar, tone warna, dan tempo video sesuai kebutuhan proyek. Google menawarkan langganan mulai sekitar Rp3 juta per bulan tergantung paket. Oleh karena itu, biaya ini memberi akses prioritas ke server pengolahan video berkualitas tinggi.
Media internasional seperti The Verge dan TechCrunch menyoroti peluncuran Flow secara global. The Verge menilai Flow mengungguli model milik Runway maupun OpenAI dalam mengontrol narasi video. Sementara itu, TechCrunch menyebut teknologi ini menciptakan gebrakan baru di industri AI kreatif.
Kini, pengguna di Indonesia bisa mencoba Flow melalui platform Google AI Studio atau layanan Google Workspace. Google juga menjamin seluruh data video tetap terenkripsi demi menjaga privasi.
Secara keseluruhan, peluncuran Flow memperlihatkan komitmen Google dalam memperluas teknologi AI generatif ke lebih banyak negara. Kini siapa saja dapat menghasilkan video profesional hanya dengan teks deskriptif dan kreativitas.





Komentar