Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menekankan pentingnya inklusivitas dan kesetaraan gender dalam penyelenggaraan Makassar Heritage Festival (MHF) 2025. Festival bertajuk “Perempuan dan Budaya Lokal” ini akan berlangsung pada 18–19 Oktober 2025 di Benteng Fort Rotterdam, Makassar.
Dalam audiensi di Ruang Wakil Wali Kota, Aliyah menyatakan mendukung penuh konsep festival yang mempromosikan budaya lokal secara edukatif dan berkelanjutan. Ia juga mengingatkan bahwa meski tema utama berfokus pada perempuan, keterlibatan semua pihak, termasuk laki-laki dan generasi muda, tetap harus diutamakan agar pesan budaya lokal bisa diterima secara luas.
“Pengarusutamaan perempuan harus diselaraskan dengan peran semua elemen masyarakat agar tujuan pelestarian budaya lokal bisa tercapai,” ujarnya.
Selain itu, Aliyah mengimbau penggunaan bahasa Indonesia dalam penamaan festival agar lebih mencerminkan kearifan lokal dan mudah dipahami masyarakat luas.
General Manager PT Persuasif Indonesia, Ristita Rukmana, menjelaskan bahwa festival ini akan menghadirkan sejumlah kegiatan menarik seperti:
- Pertunjukan teater musikal I La Galigo, salah satu epos Bugis-Makassar.
- Pameran seni dan bazar UMKM lokal.
- Serta pertunjukan musik dan tarian tradisional.
“Festival ini dikemas sebagai ruang edukasi dan partisipasi lintas generasi agar nilai budaya lokal bisa dilestarikan secara berkesinambungan,” jelas Ristita.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Pattiware, dan Kepala DP3A Makassar, Ita Isdiana Anwar, turut menyatakan komitmennya mendukung penuh festival ini. Mereka juga mengajak komunitas perempuan, perantau Bugis-Makassar, hingga pelajar untuk berkontribusi dan ikut meramaikan Makassar Heritage Festival 2025. <spl>





Komentar