Makassar – Menjelang pelaksanaan FSD Drawing Day 2026, suasana Galeri Colli Pakue Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar berubah menjadi ruang kreatif yang sibuk sejak pagi hingga malam. Panitia De Art Studio mulai menata ratusan karya seni hasil kurasi untuk menyambut pengunjung yang akan hadir pada 11/06/2026 mendatang. Mahasiswa, tim teknis, dan seniman muda menghadirkan suasana galeri yang hidup serta penuh semangat kolaborasi kreatif.
Setelah proses kurasi rampung bersama kurator Prof. Sofyan Salam, M.A., Ph.D., panitia langsung bergerak menyiapkan tata ruang pameran. Sebanyak 115 karya pilihan mulai menempati sudut-sudut galeri colli dengan konsep visual yang terstruktur. Karya-karya tersebut memperlihatkan perpaduan antara traditional drawing dan digital drawing yang merepresentasikan perkembangan bahasa visual generasi muda Nusantara.
Tema “Menjalin Garis, Merayakan Ekspresi di Bulan Menggambar” menjadi dasar utama penataan ruang pamer. Panitia tidak sekadar menggantung karya pada dinding, tetapi berusaha membangun pengalaman visual yang nyaman untuk pengunjung.
“Kami ingin setiap sudut galeri mampu menghadirkan pengalaman visual yang nyaman sekaligus memperlihatkan keberagaman ekspresi para seniman,” ungkap panitia De Art Studio.
Mereka mengatur alur pergerakan penonton agar setiap karya memiliki ruang apresiasi yang seimbang. Transisi karya monokrom menuju karya penuh warna juga dirancang untuk menghadirkan pengalaman emosional yang bertahap. Kehadiran karya seniman dari berbagai daerah memberi warna tersendiri dalam pameran tahun ini. Beberapa karya berasal dari wilayah Nunukan hingga Flores Timur dengan karakter visual yang berbeda-beda. Panitia sengaja menempatkan karya tersebut pada titik strategis agar pengunjung dapat menangkap keberagaman perspektif budaya dan isu sosial yang diangkat para seniman.
Drawing Day Hadirkan Kolaborasi Seni Kreatif
Persiapan acara tidak hanya berfokus pada pameran karya gambar. Tim kreatif juga mematangkan konsep performing arts yang akan menjadi pembuka seremoni utama. Sejumlah mahasiswa terlihat menjalani latihan koreografi secara intensif untuk menciptakan pertunjukan yang harmonis sebelum pembukaan resmi oleh Plt. Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum.
Ketua Prodi Animasi Fakultas Seni dan Desain UNM, Dr. Irfan Arifin, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa FSD Drawing Day menjadi ruang besar untuk mempertemukan berbagai bentuk ekspresi visual dalam satu perayaan seni.
“FSD Drawing Day 2026 menjadi ruang kolaborasi bagi seniman muda Nusantara untuk menunjukkan bahwa gambar tetap menjadi bahasa komunikasi paling kuat,” ujarnya.
Menurut Prof. Sofyan Salam, perkembangan teknologi justru membuka peluang baru bagi dunia seni gambar untuk berkembang lebih luas tanpa kehilangan identitas dasar seni rupa.
“Traditional drawing dan digital drawing hadir sebagai bentuk perkembangan seni gambar yang tetap relevan pada era sekarang,” kata Prof. Sofyan Salam, M.A., Ph.D.
Rangkaian kegiatan tersusun secara sistematis sejak sesi pagi hingga malam. Auditorium FSD akan menghadirkan kuliah umum bertajuk “Membedah Seni Gambar” bersama Prof. Sofyan Salam serta workshop kartun dan karikatur oleh Faisal Ua, S.Pd., M.Pd. Setelah itu, pengunjung dapat menikmati seremoni pembukaan yang menghadirkan musik, live sketch, dan pertunjukan seni interaktif pada area galeri.
Panitia juga menyiapkan zona publik berupa sesi menggambar kolektif pada selasar kampus. Kegiatan tersebut melibatkan putra-putri keluarga besar dosen UNM sebagai bentuk pengenalan seni sejak usia dini. Langkah ini menunjukkan bahwa FSD Drawing Day tidak hanya menyasar kalangan akademik, tetapi juga membuka ruang partisipasi untuk masyarakat luas.
FSD Drawing Day 2026 hadir sebagai bukti bahwa perkembangan teknologi tidak menghilangkan kekuatan gambar sebagai medium komunikasi. Baik melalui goresan tradisional maupun sentuhan digital, karya seni tetap mampu menyampaikan gagasan, emosi, dan identitas budaya secara kuat kepada publik.





Komentar