Makassar – Aliansi Mahasiswa Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menggelar aksi pada Senin sore (4/8/2025). Mereka mendesak Direktorat ICT UNM untuk segera menjelaskan dugaan jual beli nilai UNM yang, menurut mereka, telah merusak kredibilitas akademik kampus.
Mahasiswa memulai orasi sejak pukul 15.10 WITA di depan kampus Pinisi UNM dan menyudahi aksi sekitar pukul 17.00 WITA. Mereka membawa poster, menyuarakan tuntutan, dan meminta kampus tidak terus bungkam terhadap isu tersebut.
Perwakilan massa aksi dari jurusan Teknik Mesin, Achmad Farid Imani, menyampaikan tujuan aksi mereka.
“Intinya tujuan kita bagaimana adanya penjelasan pihak khususnya pimpinan dari ICT UNM untuk menyampaikan bagaimana sebenarnya masalah transaksi jual beli ini yang ada di UNM. Karena tidaklah mungkin ada pembobolan ataupun perubahan nilai terlepas pengetahuan dari pihak ICT. Data-data yang pastinya langsung muncul ketika ada perubahan nilai terhadap sistem,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa sistem akademik selalu mencatat aktivitas perubahan nilai. Oleh karena itu, menurutnya, pihak ICT pasti mengetahui setiap transaksi yang mencurigakan.

Mahasiswa juga menanggapi pernyataan Wakil Rektor I yang sebelumnya menyebutkan jumlah nilai yang masuk dalam praktik curang tersebut.
“Kami juga menegaskan terkait stetmen ataupun wawancara yang disampaikan oleh Wakil Rektor 1 kemarin, ada 72 ribu nilai yang diperjualbelikan, Jadi kami menggangap Tidak mungkin Pimpinan ICT UNM tidak menyadari adanya perubahan yang terjadi atau adanya pembobolan sistem seperti yang di katakan Wakil Rektor 1 UNM” lanjutnya.
Karena ICT tidak merespons, mahasiswa mulai mencurigai keterlibatan mereka secara langsung dalam jual beli nilai UNM.
“Sekarang kita menduga bahwa ICT ini terlibat dalam jual beli nilai karena sampai hari ini pihak ICT tidak memberikan tanggapan mengenai masalah yang terjadi,” ujarnya.
Aliansi memberikan tenggat waktu 1×24 jam kepada rektorat untuk memberikan penjelasan resmi. Jika tidak ada respons, mereka akan melaporkan kasus ini ke Kapolda Sulsel.
Sampai Senin malam, mahasiswa belum menerima jawaban dari ICT maupun pihak rektorat mengenai tuntutan tersebut.





Komentar