Close sidebar
Advertisement Advertisement
Kampus Makassar Nasional Pendidikan Peristiwa

Wakil Rektor I UNM Bongkar Skandal Jual Beli Nilai: 72 Ribu Nilai Dijual, 24 Ribu Diubah

Wakil Rektor I UNM, Prof. Dr. Andi Aslinda, M.Si., saat menamui massa aksi di pelataran pinisi UNM pada kamis (31/7/2025)

Makassar — Universitas Negeri Makassar (UNM) menghadapi badai skandal akademik setelah terungkap praktik jual beli nilai yang berlangsung selama bertahun-tahun. Wakil Rektor I UNM, Prof. Dr. Andi Aslinda, M.Si., secara terbuka membeberkan temuan manipulasi ribuan data nilai di hadapan mahasiswa dalam Aksi demonstrasi yang di lakukan BEM UNM.

Di pelataran gedung pinisi UNM pada Kamis (31/7/2025), dengan suara penuh emosi, Prof. Aslinda meminta maaf karena baru sempat menemui mahasiswa. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menghindar, tetapi fokus menyelesaikan proses penting akreditasi institusi. “Saya tidak duduk santai di atas, tapi saya sedang memperjuangkan akreditasi universitas ini,” ujarnya.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

Skema Jual Beli Nilai Terjadi Bertahun-Tahun

Prof. Aslinda mengakui bahwa praktik jual beli nilai telah berlangsung cukup lama. Ia memaparkan bahwa pelaku memanipulasi sekitar 72 ribu data nilai, dengan 24 ribu di antaranya mengalami perubahan. “Ini bukan kasus baru. Sudah bertahun-tahun terjadi,” tegasnya di hadapan forum.

Dalam penjelasannya, Prof. Aslinda mengungkap bahwa mahasiswa UNM sendiri ikut terlibat. Mereka berperan sebagai penjual, pembeli, hingga perantara. Ia bahkan menyebut keberadaan “hacker” dan “marketing” dalam jaringan tersebut. “Mereka bukan hanya menjual nilai, tapi juga merusak sistem,” katanya.

Prof. Aslinda menyatakan telah mengantongi 10 nama mahasiswa yang terlibat langsung dalam praktik ini. Mayoritas berasal dari jurusan Teknik Informatika dan Komputer. Salah satu pelaku menjalankan praktik kecurangan ini selama tiga tahun. “Saya tidak mau membacakan nama-nama itu karena saya masih menjaga harga diri mahasiswa saya,” ungkapnya.

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

Ia memaparkan modus operandi skandal tersebut. Pelaku menjual satu nilai seharga Rp500 ribu. Dari jumlah tersebut, si penjual mengambil Rp200 ribu, dan sisanya dibagi dengan pihak lain. “Ini bukan hanya merusak data, tapi juga mencederai etika akademik,” ujarnya dengan nada tegas.

Prof. Aslinda mengajak mahasiswa berani mengungkap pihak-pihak yang terlibat. Ia meminta mereka menyebutkan nama jika mengetahui pelaku jual beli nilai. “Kalau kalian tahu siapa yang terlibat, sebutkan. Jangan takut. Mari kita bongkar bersama. Tapi ingat, jangan memfitnah,” tuturnya. Ia juga menegaskan bahwa hasil investigasi internal sudah mengidentifikasi pelaku utama.

Dalam penutupnya, Prof. Aslinda mengingatkan bahwa manipulasi nilai bukan hanya mencoreng nama institusi, tapi juga membahayakan legalitas ijazah lulusan di masa depan. “Kalau nilai dijual, apa gunanya kuliah? Apa gunanya ijazah kita nanti?” tegasnya. Ia menyerukan agar semua pihak menjaga integritas institusi dan tidak membiarkan segelintir oknum merusaknya.

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *