Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Kampus Makassar Pendidikan Sulsel

Mahasiswa Teknik Komputer UNM Borong Penghargaan

Potret Feri Awal dan Dessy Dwi Sulistiyawati saat menerima penghargaan.

Makassar – Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Negeri Makassar (UNM), Feri Awal dan Dessy Dwi Sulistiyawati, berhasil mengharumkan nama kampus melalui ajang Pekan Ilmiah Nusantara (PIN 2) yang berlangsung di Lombok pada 4–6 Juli 2026. Kompetisi tersebut mempertemukan mahasiswa berbagai perguruan tinggi Indonesia untuk mengembangkan gagasan, inovasi, dan karya ilmiah. Prestasi tersebut semakin membanggakan karena tim Teknik Komputer UNM berhasil meraih empat penghargaan pada kompetisi tingkat nasional.

Feri Awal menjelaskan bahwa timnya menjadi satu-satunya perwakilan Universitas Negeri Makassar yang mengikuti kompetisi tersebut. Kesempatan itu menjadi pengalaman berharga sekaligus tantangan karena mereka membawa nama kampus dalam persaingan bersama mahasiswa dari berbagai daerah.

Pelantikan Kemendiktisaintek Tekankan Pelayanan

“Betul kak, kebetulan lomba yang di Lombok ini hanya satu tim dari UNM yang ikut, yaitu tim saya,” ujar Feri saat wawancara.

Pekan Ilmiah Nusantara menghadirkan sembilan subtema yang mencakup bidang pertanian, pangan, pendidikan, budaya, hukum, kesehatan, teknologi, dan bidang lainnya. Feri dan Dessy memilih dua bidang sekaligus, yakni teknologi dan pendidikan.

“Lombanya itu yang kami ikuti adalah Pekan Ilmiah Nusantara. Ada beberapa subtema seperti pertanian, pangan, pendidikan, budaya, hukum, kesehatan dan lain-lain, total ada sembilan subtema. Kami ikut pada dua subtema yaitu teknologi dan pendidikan,” katanya.

Kolaborasi FT UNM Lewat Outbound

Feri menjelaskan bahwa proses menuju tahap final memerlukan persiapan yang panjang. Kompetisi mulai dari pengumpulan karya ilmiah berbentuk esai, kemudian panitia melakukan seleksi hingga menentukan peserta finalis. Peserta yang lolos kemudian melanjutkan presentasi secara langsung sesuai lokasi yang telah ada.

“Proses lombanya dimulai dari pendaftaran karya ilmiah atau esai, kemudian ada seleksi berdasarkan esai tersebut, lalu peserta yang lolos menjadi finalis melakukan presentasi secara offline,” ujarnya.

Penghargaan Lahir Dari Kerja Tim

Setelah menerima pengumuman sebagai finalis, Feri dan tim langsung mempersiapkan berbagai kebutuhan lomba. Persiapan tersebut mencakup proposal pendanaan kepada fakultas, pembuatan poster, pembuatan prototipe alat pada subtema teknologi, hingga latihan presentasi. Seluruh proses berjalan bersama bimbingan dosen pendamping, Dr. Ir. Muliadi, S.Pd., M.T.

Peluang Magang Jepang Tarik Mahasiswa

“Setelah kami dinyatakan lolos, kami langsung persiapkan semuanya, terutama proposal terkait pendanaan, pembuatan poster, prototype alat untuk subtema teknologi, dan presentasi pada dua subtema. Semua proses ini bersama bimbingan Bapak Dr. Ir. Muliadi, S.Pd., M.T,” jelasnya.

Persiapan yang matang akhirnya menghasilkan pencapaian membanggakan bagi tim mahasiswa Teknik Komputer UNM. Feri dan Dessy berhasil meraih empat penghargaan sekaligus, yakni Favorite Poster Subtema Pendidikan, Favorite Poster Subtema Teknologi, Silver Medal Subtema Teknologi, dan Bronze Medal Subtema Pendidikan. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan tim tidak hanya pada pengembangan ide dan inovasi, tetapi juga pada kualitas penyampaian gagasan ilmiah selama kompetisi berlangsung.

Feri menilai pencapaian tersebut hadir melalui kerja sama banyak pihak. Menurutnya, seluruh proses berjalan melalui dukungan tim, dosen pembimbing, serta lingkungan kampus yang terus memberikan motivasi.

“Peran penting dalam pencapaian lomba ini tentunya kami semua sebagai tim, bimbingan dosen pendamping, dukungan Bapak Dekan Fakultas Teknik, Wakil Dekan III, jajaran staf Fakultas Teknik, dosen-dosen JTIK, teman-teman, serta pihak lain yang tidak sempat kami sebutkan satu per satu,” katanya.

Selain membawa pulang penghargaan, Feri juga mengaku memperoleh pengalaman baru dan relasi dari berbagai perguruan tinggi Indonesia. Ia bertemu mahasiswa dari sejumlah kampus seperti Universitas Udayana, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, UIN Suska Riau, dan berbagai perguruan tinggi lainnya.

“Kesan saya terhadap lomba ini tentunya bahagia dan bangga sama diri sendiri dan tim,” ujarnya.

Ia juga mengajak mahasiswa UNM agar lebih aktif mencari informasi dan berani mengambil peluang kompetisi.

“Ayo teman-teman kita mengukir prestasi sebanyak-banyaknya untuk universitas tercinta. Ikut kompetisi bukan hal yang menakutkan, tetapi bisa menjadi ajang mendapatkan pengalaman dan teman-teman baru. Jangan menunggu informasi, tetapi kita yang mencari informasi tersebut,” tutupnya.

Selain mengikuti perlombaan, peserta juga memperoleh kesempatan mengikuti agenda field trip menuju beberapa destinasi wisata yang ada di Lombok. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman tambahan bagi peserta untuk mengenal lingkungan dan budaya setempat setelah rangkaian kompetisi selesai.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *