Bulukumba — Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menegaskan kembali komitmennya untuk menurunkan angka stunting di wilayahnya melalui program Aksi Setop Stunting (ASS). Pada Kamis, (31/7), ia memimpin langsung acara penerimaan tenaga pendamping gizi desa lokus program ASS di Ruang Pola Kantor Bupati dan mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung penuh program tersebut.
Bupati secara langsung menyerukan agar semua pihak, mulai dari pejabat desa, kader, hingga masyarakat umum, bersinergi dan menunjukkan komitmen nyata di lapangan. Ia menekankan bahwa program ASS membutuhkan kerja keras dan aksi konkret, bukan sekadar konsep atau formalitas dalam rapat-rapat.
“Kepada semua elemen masyarakat di desa lokus, kami mengimbau untuk memberi dukungan penuh kepada petugas Aksi Setop Stunting. Mari sama-sama berkomitmen untuk percepatan penurunan stunting,” ucapnya dengan tegas.
Andi Utta menyampaikan bahwa penurunan stunting hanya bisa terwujud jika intervensi dilakukan secara terarah dan melibatkan banyak sektor. Ia mengecam pendekatan yang hanya mengandalkan teori tanpa pelaksanaan di lapangan.
“Kalau hanya konsep tanpa kerja, kalau hanya menggugurkan kewajiban saja tanpa inovasi, parahnya kalau wawasannya rendah, itu juga namanya stunting wawasan,” tegasnya lagi.
Ia juga mengingatkan para camat untuk memiliki rasa malu jika tidak mampu menangani stunting di wilayahnya. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya dilihat dari kekayaan, tetapi dari kemampuan menjaga kualitas hidup masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulsel atas dukungan terhadap program ASS di Bulukumba. Ia juga mengapresiasi jajaran Dinas Kesehatan, DPPKBPPA, Tim Penggerak PKK, camat, lurah, dan kepala desa atas kontribusi nyata dalam penurunan angka stunting sepanjang tahun 2024.
Tanggapan Kepala Dinas Bulukumba Terkait ASS
Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr. H. Muhammad Amrullah menjelaskan bahwa program ASS merupakan inisiatif Pemprov Sulsel yang menekankan pemberdayaan masyarakat desa. Program ini melibatkan tenaga pendamping gizi, dokter desa, kader desa, serta tim PKK di tingkat kabupaten dan desa.
Melalui program ini, tenaga kesehatan mengidentifikasi balita dengan masalah gizi di 21 desa lokus, memberikan pelayanan medis, melakukan rujukan bagi balita kategori Red Flag, serta melaksanakan intervensi gizi untuk balita dan ibu hamil. Selain itu, mereka juga memberikan edukasi dan konseling secara berkala.
Pada akhir kegiatan, Bupati Andi Utta bersama Ketua TP PKK Hj. Andi Herfida Muchtar dan Wakil Bupati Andi Edy Manaf menyerahkan rompi secara simbolis kepada para pendamping yang akan bertugas. Penerima rompi antara lain dr. Hj. Herlina, Akmal Tawakal, Dr. Asnarti Said Culla, Risnawati dari Desa Caramming, dan Kastiwin dari Desa Taccorong.
Bupati berharap semangat kolaborasi ini terus berlanjut agar Bulukumba bisa terbebas dari stunting dan generasi muda tumbuh sehat, cerdas, serta produktif.





Komentar