Bone – Dua guru perempuan di SD 2 Manurunge bertengkar di depan murid hingga memicu kegaduhan di sekolah. Video pertikaian berdurasi 57 detik itu menyebar cepat di media sosial dan langsung menimbulkan keresahan orang tua.
Pada saat kejadian, sejumlah murid berdiri di depan ruang kelas dan menyaksikan pertikaian tersebut tanpa tahu harus berbuat apa. Guru berkemeja merah muda dengan kerudung bermotif bunga mendorong rekannya yang mengenakan baju putih dengan kerudung hitam. Sementara itu, beberapa murid mencoba melerai, tetapi pertengkaran tetap berlangsung cukup lama hingga akhirnya menarik perhatian warga dan orang tua.
Setelah insiden itu viral, TD, salah satu orang tua murid, menyatakan kekesalannya terhadap kondisi sekolah. Ia kemudian menyampaikan keluhannya secara langsung. “Saya mau pindahkan anakku karena hampir setiap hari guru bertengkar. Kami orang tua tidak nyaman melihat mereka mempertontonkan hal seperti itu di depan siswa,” ujarnya pada Rabu (26/11).
Selain itu, TD juga menilai guru bernama Hervina sering memicu perselisihan dengan rekan-rekannya. Ia menjelaskan bahwa kejadian pada 19 November hanyalah contoh dari banyak insiden yang terus berulang. “Ibu Hervina itu bermasalah dengan banyak guru. Bahkan beberapa orang tua juga pernah dia ajak bertengkar,” kata TD.
Akibat situasi yang semakin tidak kondusif, lebih dari 40 orang tua kemudian menandatangani surat permintaan resmi kepada Dinas Pendidikan Bone. Mereka mendesak Disdik memindahkan guru tersebut dari SD 2 Manurunge. Jika tuntutan itu tidak mereka dapatkan, mereka berencana menarik anak-anak mereka dan mencari sekolah lain yang lebih aman. “Kalau Disdik tidak memindahkannya, kami pindahkan sendiri anak-anak kami,” tegas TD.
Di sisi lain, Kabid Ketenagaan Disdik Bone, Muh Rusdi, langsung memanggil guru yang terlibat untuk menjalani pemeriksaan. Ia menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat sejak video itu beredar luas di media sosial. “Kami langsung tindaklanjuti begitu videonya viral. Kami sudah panggil yang bersangkutan,” ujar Rusdi.





Komentar