Luwu Utara – Kampus vokasi Luwu Utara resmi menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk membuka program pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada sektor pertanian dan peternakan. Kerja sama ini muncul sebagai langkah strategis dalam memanfaatkan potensi lokal yang besar di Kabupaten Luwu Utara.
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menyampaikan bahwa pihaknya memilih program vokasi agar mahasiswa bisa langsung praktik di lapangan. “Vokasi itu bukan cuma belajar di kelas, tetapi langsung praktik di sawah dan peternakan. Maka dari itu, kami menggandeng Unhas,” kata Andi Rahim.
Selain itu, Pemkab Lutra juga tengah meninjau sejumlah gedung yang tidak terpakai untuk dijadikan lokasi kampus. Andi Rahim menegaskan bahwa mereka akan memanfaatkan gedung eksisting dibanding membangun yang baru. “Kita banyak gedung kosong. Nanti kita survei dan optimalkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, kampus vokasi Luwu Utara juga mendukung program pemerintah pusat, yaitu Brigade Pangan. Program ini membutuhkan SDM kompeten untuk mengelola 12.000 hektare sawah dan 8.000 hektare pengembangan sapi di Seko. Oleh karena itu, kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk menyiapkan tenaga kerja terampil.
Pada sisi lain, Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa menilai bahwa Luwu Utara memiliki potensi luar biasa di sektor pertanian. “Pendidikan terapan dari Fakultas Vokasi Unhas dapat membantu mempercepat pengembangan daerah,” jelasnya saat penandatanganan MoU di Makassar, Jumat (1/8).
Dengan kolaborasi ini, kampus vokasi Luwu Utara diharapkan mampu mencetak lulusan yang siap kerja dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.





Komentar