Soppeng – Kebakaran hebat mengguncang warga Desa Masing, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, pada Selasa (23/9/2025) malam. Tiga rumah rata dengan tanah setelah dilahap api yang menjalar cepat. Satu unit mobil dan sebuah motor yang terparkir di salah satu rumah juga ikut hangus.
Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 20.00 Wita di Sarecoppeng. Kepala Desa Masing, Muliadi, menyebut api pertama kali muncul dari rumah milik Tenni (53). Dalam waktu singkat, kobaran api menyambar rumah milik Arise (64) dan Bahar (41) yang berdiri bersebelahan. Warga yang panik segera berteriak dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun kobaran api terus membesar.
“Api mulai dari rumah Tenni, lalu merembet ke rumah Arise dan Bahar. Di rumah Arise ada mobil dan motor yang juga ikut terbakar,” jelas Muliadi, pada Rabu (24/9).
Suasana semakin mencekam ketika warga mendengar suara ledakan dari kendaraan yang terbakar. Mereka berlari menjauh demi menghindari bahaya. Upaya swadaya warga tidak mampu menahan kobaran api yang semakin meluas. Sekitar 30 menit setelah api pertama kali muncul, petugas Pemadam Kebakaran akhirnya tiba di lokasi dengan enam unit mobil damkar.
Petugas langsung menyemprotkan air ke titik-titik api utama. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam hingga pukul 21.30 Wita. Setelah api benar-benar padam, warga bersama aparat desa mulai membersihkan puing-puing rumah yang sudah hangus.
Kerugian dari kebakaran ini ditaksir mencapai Rp 300 juta. Penyidik kepolisian kini menelusuri penyebab kebakaran. Aparat masih mengumpulkan keterangan dari saksi mata serta memeriksa lokasi kejadian.
Warga Desa Masing masih syok dengan kejadian ini. Sejumlah keluarga korban kini menumpang sementara di rumah kerabat. Mereka berharap pemerintah segera memberikan bantuan darurat untuk meringankan beban. Muliadi memastikan pemerintah desa akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar para korban segera mendapat perhatian.
“Korban kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Kami berharap bantuan cepat datang,” ujar Muliadi.





Komentar