Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Ekonomi Sulsel

Krisis Kualitas Beras di Bone: Panen Dini Rugikan Petani dan Penggilingan

Foto gudang Bulog Bone

Bone — Penyerapan gabah oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) di Kabupaten Bone menghadapi kendala besar setelah lebih dari 6.000 ton beras tidak memenuhi standar kualitas.

Kepala Bulog Cabang Bone, Maysius Patintingan, menjelaskan bahwa beras itu berasal dari gabah yang petani panen terlalu dini, sehingga sebagian besar masih berwarna hijau.

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

“Jadi sekitar 6.000 ton lebih beras tidak sesuai standar. Gabahnya masih hijau, begitu digiling hasilnya juga kurang bagus,” ujar Maysius pada Minggu (10/8).

Ia menegaskan, beras hasil gilingan itu belum bisa masuk ke gudang Bulog. “Kami masih menunggu keputusan dari pusat terkait penanganannya,” lanjutnya.

Maysius menyayangkan sikap sebagian petani yang terburu-buru memanen demi mengejar hasil lebih cepat. Menurutnya, kebiasaan ini merugikan banyak pihak. “Kalau panen terlalu cepat, kualitas gabah turun, harga juga ikut jatuh,” jelasnya.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

Penundaan pembayaran langsung memukul usaha penggilingan. Seorang pengusaha berinisial A, 50 tahun, mengeluhkan pembayaran dari Bulog yang belum cair dan nilainya mencapai puluhan miliar rupiah. “Sudah mau musim panen lagi. Kami butuh dana ini untuk modal dan perawatan mesin,” ungkapnya.

Pengusaha lain, B, 41 tahun, juga menyampaikan kekhawatiran yang sama. “Kami sudah sampaikan masalah ini beberapa kali ke Bulog, tapi katanya masih menunggu pencairan dari pusat,” ujarnya.

Para pengusaha penggilingan menilai jika persoalan ini tidak segera selesai, penyerapan gabah pada musim panen berikutnya akan terganggu. Mereka khawatir situasi itu memengaruhi harga beras di pasaran.

Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Raih Juara 1 Favorit Poster Nasional Business Plan Competition

Maysius berharap para petani lebih disiplin menentukan waktu panen. “Kalau semua pihak ikut menjaga kualitas gabah, proses penyerapan akan lancar dan semua diuntungkan,” tegasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *