Bantaeng – Pemerintah Desa (Pemdes) Bonto Daeng bersama Karang Taruna Sipakalabbiri menunjukkan solidaritas dan kepedulian tinggi terhadap korban banjir di Kabupaten Bantaeng. Pada Minggu, 6 Juli 2025, mereka menyerahkan langsung bantuan berupa sayuran segar ke posko induk penanggulangan banjir.
Bantuan ini berasal dari hasil pengumpulan donasi warga Desa Bonto Daeng sendiri. Sejak awal, Karang Taruna Sipakalabbiri aktif bergerak dari rumah ke rumah untuk mengajak masyarakat berdonasi. Respons warga sangat positif. Banyak yang menyumbang bahan makanan, terutama hasil pertanian seperti sayur-mayur segar yang langsung diangkut menuju posko utama.
Kepala Desa Bonto Daeng memimpin langsung penyaluran bantuan tersebut. Ia hadir bersama sejumlah pengurus Karang Taruna dan menyerahkannya kepada petugas posko. Kegiatan ini tak hanya menjadi wujud nyata dari empati sosial, tetapi juga memperlihatkan kekompakan antara pemerintah desa dan elemen pemuda.
“Karang Taruna kami bergerak cepat dan penuh semangat. Mereka menggerakkan masyarakat tanpa paksaan, murni atas dasar kemanusiaan. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga atas partisipasinya,” ujar Kepala Desa Bonto Daeng saat menyerahkan bantuan.
Ia juga berharap, bantuan korban banjir Bantaeng yang mereka salurkan dapat membantu meringankan beban. Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong, terutama saat menghadapi bencana alam di Bantaeng.
“Semoga bantuan ini menjadi amal ibadah dan para korban diberi kesehatan serta kekuatan dalam menghadapi ujian ini,” tambahnya.
Langkah yang diambil oleh Pemdes Bonto Daeng dan Karang Taruna Sipakalabbiri mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Banyak yang menilai aksi ini sebagai contoh nyata bahwa masyarakat pedesaan mampu menunjukkan aksi kemanusiaan yang konkret. Di tengah keterbatasan, mereka tetap bisa berbagi dan menolong sesama.
Bantuan korban banjir Bantaeng dari Pemdes Bonto Daeng ini juga menjadi inspirasi bagi desa-desa lain agar turut bergerak. Saat bencana datang, gotong royong dan kesadaran kolektif menjadi modal utama dalam memperkuat ketahanan sosial.





Komentar