Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Peristiwa Sulsel

Polisi Bongkar Dugaan Penipuan di Balik Turnamen Domino Wali Kota Cup Parepare

Ilustrasi kasus penipuan uang

Parepare – Turnamen domino Wali Kota Cup Parepare berubah ricuh setelah sejumlah peserta merasa tertipu karena uang pendaftaran tidak kembali. Polisi langsung turun tangan menindaklanjuti laporan tersebut dan kini mendalami dugaan penipuan dalam penyelenggaraan turnamen yang semula bertujuan meriahkan agenda kota.

Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda menyebut timnya sudah mengantongi laporan resmi dari peserta. Ia menegaskan, penyidik memeriksa panitia turnamen dan menunggu kesediaan peserta untuk memberikan keterangan. “Kami sudah meminta klarifikasi dari panitia dan beberapa peserta juga sudah menjadwalkan pemeriksaan dengan penyidik,” ujarnya, pada Sabtu (20/9).

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Indra mengungkapkan kendala penyelidikan muncul karena banyak peserta berasal dari luar daerah. Kondisi itu membuat proses pemeriksaan membutuhkan waktu lebih panjang. Meski begitu, ia menegaskan polisi tetap melanjutkan pengusutan. “Kami tetap melangkah, meskipun peserta tersebar di luar kota,” katanya.

Polisi juga menyoroti aliran uang pendaftaran yang terdeteksi masuk ke delapan nomor rekening panitia. Fakta itu semakin memperkuat dugaan adanya penyimpangan. Indra menegaskan bahwa kasus tersebut bisa naik ke tahap penyidikan apabila ditemukan unsur pidana. “Kalau ada bukti tindak pidana, kami segera meningkatkan kasus ini,” ucapnya.

Sementara itu, panitia turnamen berjanji mengembalikan seluruh uang pendaftaran. Namun, hingga kini banyak peserta belum menerima hak mereka. Kericuhan sempat pecah saat pertandingan berjalan karena panitia menunda jalannya turnamen. Ketua panitia, Anwar Sa’ad, beralasan kondisi peserta tidak kondusif sehingga pertandingan harus ditunda. “Panitia akan membenahi administrasi terlebih dahulu sebelum turnamen berlanjut,” katanya.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

Anwar menyebut peserta yang mundur bisa mengambil kembali uang pendaftaran. Namun, realisasi janji itu belum sepenuhnya terpenuhi, sehingga kekecewaan peserta semakin meluas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *