Makassar – Awal Desember kembali menghadirkan cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan. Sembilan kabupaten dan kota langsung memasuki status waspada hingga siaga setelah hujan lebat dan angin kencang menghantam sejumlah wilayah sejak akhir pekan. Pohon-pohon tumbang menutupi beberapa titik Kota Makassar dan Maros, mulai dari area kantor Gubernur hingga sepanjang Jalan Hertasning.
Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, menegaskan bahwa cuaca pada dasarian pertama Desember menunjukkan kondisi mengkhawatirkan. Ia menyebut intensitas hujan berpotensi mencapai 200–300 mm, setara dengan 300 liter air per meter persegi. “Curah hujan ini masuk kategori sangat lebat. Kami sudah menyebarkan peringatan dini dan seluruh tim rescue siaga penuh,” ujar Amson pada Senin (1/12).
Ia menjelaskan bahwa wilayah selatan dan barat Sulsel menjadi kawasan paling rentan. Kota Makassar, Barru, Bone, Gowa, Maros, Pangkep, Sinjai, Soppeng, dan Takalar masuk daftar siaga dan waspada berdasarkan rilis terbaru BPBD. Amson memastikan setiap BPBD kabupaten/kota sudah menguasai peta rawan bencana masing-masing, termasuk titik banjir seperti Blok 10 dan Blok 8 Antang serta Paccerakkang.
Amson juga menyoroti perubahan pola pembangunan dan perubahan iklim yang terus menggeser titik-titik kerawanan. “Semua daerah harus meningkatkan kewaspadaan karena pola ancaman bencana ikut berubah,” tegasnya.
BMKG Wilayah IV Makassar memperkuat peringatan tersebut dengan merilis prediksi cuaca tiga harian. Pada Senin (1/12/2025), hujan lebat berpotensi mengguyur Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Tana Toraja, Toraja Utara, Sidrap, Pinrang, dan Wajo. Selasa (2/12/2025), potensi hujan meningkat di 19 daerah, termasuk Palopo, Parepare, Barru, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Sinjai, Bulukumba, dan Selayar. Kondisi serupa terus berlangsung hingga Rabu (3/12/2025).
“Makassar masih menghadapi potensi hujan dalam beberapa hari ke depan,” ujar Forecaster BMKG, Nur Asia Utami, saat menjelaskan situasi cuaca di wilayah pesisir barat Sulsel.
Selain hujan, angin kencang terus mengintai wilayah barat dan selatan Sulsel. Peringatan dini angin kencang berlaku selama tiga hari, terutama untuk daerah terbuka dan wilayah pesisir.
Langkah Antisipasi BPBD
BPBD meminta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Imbauan mereka meliputi:
- Memeriksa kekuatan atap dan memangkas dahan pohon yang rapuh.
- Mengamankan barang-barang ringan di halaman agar tidak terangkat angin.
- Menghindari area dekat tiang listrik, papan reklame, dan pohon besar saat berada di luar ruangan.
- Mengurangi kecepatan kendaraan dan menghindari berhenti di bawah pepohonan.
- Menyiapkan tas siaga berisi kebutuhan darurat serta terus memantau informasi dari BMKG.
BPBD menekankan agar warga segera mencari tempat aman ketika hujan lebat dan angin kencang kembali meningkat.





Komentar