Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Pendidikan Sulsel

Seragam Gratis Tak Kunjung Datang, Warga Bone Terpaksa Rogoh Kocek Sendiri

Foto anak-anak sekolah

BonePemerintah Kabupaten Bone belum menyalurkan seragam sekolah gratis kepada siswa baru tingkat SD dan SMP meski tahun ajaran baru sudah berjalan sejak 14 Juli. Dinas Pendidikan Bone sudah menyampaikan rencana pembagian 20 ribu pasang seragam dengan anggaran senilai Rp5 miliar.

Orang tua murid mulai merasa kecewa dan akhirnya memilih membeli seragam sendiri. Ana (30), warga Bone, langsung membeli satu set seragam merah putih seharga Rp115 ribu untuk anaknya yang baru duduk di bangku SD. “Masukmi sekolah anakku, jadi mau tidak mau harus saya belikan. Daripada menunggu dan tidak tahu kapan pi dibagikan i,” ucapnya, pada Selasa (29/7).

Workshop PUI Dorong Penguatan Riset FT UNM

Harapan Awal yang Berujung Kekecewaan

Ana merasa kecewa setelah sebelumnya berharap program ini bisa meringankan beban biaya sekolah. “Waktu ada beritanya saya senang, karena merasa berkurang lagi pengeluaran. Tapi ternyata tidak ada. Kayak di-PHP ki,” ungkapnya.

Serli (30), orang tua murid lainnya, juga mendengar kabar pembagian seragam, tetapi belum melihat realisasinya. Ia langsung membeli seragam untuk anaknya. “Tidak adapi dibagikan. Saya sempat dengar memang kemarin katanya akan ada pembagian tapi nyatanya tidak ada. Sudahma beli, karena masukmi sekolah anakku. Tapi kalau memang ada nanti pembagiannya, alhamdulillah bisa diganti-ganti bajunya,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Bone, Andi Fajaruddin, menyebut pihaknya sudah menyiapkan seragam dan saat ini masih menunggu kedatangan barang dari pihak penyedia. “Kami siapkan sekitar 20 ribu pasang seragam. Mereka akan mendapatkan satu set seragam nasional, hanya itu,” katanya.

Mahasiswa Teknik Komputer UNM Borong Penghargaan

Hera (28), warga Kecamatan Amali, merasa senang saat mendengar program ini. “Tentunya sangat senang. Karena bisa menghemat biaya pembelian seragam anak-anak juga. Apalagi anakku baru mau masuk SD, banyak pengeluaran,” katanya.

Melda (32) dari Tanete Riattang Timur juga memilih menunggu pembagian seragam sebelum membeli. “Alhamdulillah sangat terbantu, mengingat harga seragam juga lumayan menguras kantong. Belum pi saya belikan anakku. Tunggu pembagian seragam gratis dulu. Baru menyusul belikan seragam yang lainnya,” ujarnya.

Warga kini mendesak pemerintah untuk segera menepati janji mereka dan tidak membiarkan program ini hanya berakhir sebagai angin lalu.

Pelantikan Kemendiktisaintek Tekankan Pelayanan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *