Sinjai – Sosialisasi FSVA 2025 menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Sinjai untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pemetaan kerentanan yang lebih akurat dan terarah. Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan tersebut oleh Sekretaris Daerah Sinjai, Andi Jefrianto Asapa. Kehadiran berbagai pihak mencerminkan komitmen bersama memperkuat ketahanan pangan Sinjai melalui pemanfaatan data akurat sebagai dasar perencanaan dan intervensi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sinjai menjelaskan kegiatan ini bertujuan menyajikan peta kerentanan pangan guna memudahkan perencanaan dan menentukan prioritas kebijakan. Peta tersebut membantu pemangku kepentingan memahami kondisi pangan tiap wilayah untuk menentukan intervensi tepat sasaran secara komprehensif.
FSVA Penguatan Ketahanan dengan Analisis Kerentanan
Sekda Andi Jefrianto menegaskan pemerintah bertanggung jawab mengidentifikasi wilayah rentan pangan berdasarkan aspek ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan yang ada. Hal ini untuk memastikan setiap kebijakan mampu menjawab tantangan nyata di lapangan. Ia menekankan bahwa ketahanan pangan mencakup banyak faktor yang saling berkaitan.
“Ketahanan pangan tidak hanya membahas tentang pangan, akan tetapi juga faktor yang mempengaruhi, termasuk ekonomi, iklim, sarana dan prasarana, kondisi sosial, serta kebijakan dan stabilitas politik,” ujarnya.
Ia kemudian mengingatkan pentingnya pemahaman kolektif terhadap indikator ketahanan pangan, terutama di wilayah yang berstatus rawan. Kolaborasi antar-stakeholder menjadi kunci agar tujuan pembangunan ketahanan pangan dapat tercapai secara merata. Menurutnya, kesadaran dan pemahaman yang benar akan menghindarkan miskonsepsi dalam menentukan intervensi.
“Semua pihak yang terlibat akan pemetaan ketahanan pangan wajib mengerti indikator yang berpengaruh pada kondisi pangan, agar tidak ada kesalahpahaman, terutama bagi wilayah yang rawan ketahanan pangan,” tutur Andi Jefri.
Sosialisasi FSVA ini mampu memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan Kabupaten Sinjai. Melalui pemetaan berbasis data, pemerintah daerah memperoleh landasan yang lebih kuat dalam merumuskan program, meminimalkan risiko kerawanan, serta meningkatkan ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan. Dengan dukungan seluruh pihak, upaya meningkatkan kualitas pangan dan meminimalkan kerentanan di masa mendatang diyakini dapat berjalan lebih efektif.





Komentar