Bone – Kabupaten Bone kembali menunjukkan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan. Hal ini terlihat dari tingginya serapan beras yang menyebabkan gudang-gudang milik Bulog di daerah ini mengalami kelebihan kapasitas.
Kepala Kantor Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabupaten Bone, Maysius Patintingan, mengungkapkan bahwa untuk mengatasi kelebihan stok tersebut, pihaknya telah mendistribusikan ribuan ton beras ke luar pulau. Hingga saat ini, sebanyak 2.975 ton beras telah dikirim ke wilayah timur Indonesia, khususnya Papua dan Kalimantan. “Yang didistribusikan keluar daerah ada sekitar 2.975 ton, sebagian besar ke Papua dan sisanya ke Kalimantan,” jelas Maysius saat dikonfirmasi, Selasa (24/6).
Secara rinci, sebanyak 2.100.000 kilogram beras dikirim ke Papua, sedangkan 875.000 kilogram sisanya dikirim ke Kalimantan. Distribusi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menyeimbangkan stok nasional dan memanfaatkan keunggulan logistik dari Sulawesi sebagai jalur tengah Indonesia bagian timur.
Maysius menuturkan, saat ini 6 unit gudang milik Bulog, ditambah 10 gudang sewa dan 3 gudang pinjam pakai, seluruhnya dalam kondisi penuh. Pengurangan stok menjadi langkah penting, terlebih menjelang datangnya musim panen kedua yang diperkirakan terjadi pada akhir Juli. “Gabah lokal sudah habis karena masa panen kuartal pertama juga telah usai. Kami sekarang fokus mengatur distribusi sambil menambah gudang sewa agar panen berikutnya tidak terkendala tempat penyimpanan,” terangnya.
Meski saat ini belum ada serapan baru akibat selesainya musim panen, Bulog Bone tetap waspada terhadap potensi penumpukan stok di masa mendatang. Oleh karena itu, redistribusi ke daerah-daerah defisit menjadi langkah logis sekaligus bentuk kontribusi Bone dalam mendukung stabilitas pangan nasional. “Kami sedang cari pemertaan stok. Stok dikurangi dulu supaya bisa masuk kembali hasil panen berikutnya,” tandas Maysius. <spl>





Komentar