Close sidebar
Advertisement Advertisement
Kampus Pendidikan

Dialog Terbuka Calon Rektor Unhas, Mahasiswa Nilai Prof Budu Paling Siap Pimpin Kampus

Prof. Dr. dr. Budu, Sp.M(K), M.Med.Ed.

Makassar — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin menggelar Dialog Terbuka Calon Rektor Unhas pada Kamis (18/12/2025). Mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Hasanuddin menghadiri forum tersebut untuk menyampaikan aspirasi dan menilai langsung gagasan para kandidat.

BEM FMIPA Unhas mengangkat tema “Kampus untuk Mahasiswa” dalam dialog terbuka ini. Melalui forum tersebut, mahasiswa mendorong pihak kampus agar menunjukkan keberpihakan nyata terhadap mahasiswa yang selama ini menghadapi berbagai pembatasan aktivitas. Panitia dialog menjadikan forum ini sebagai ruang pembuktian komitmen para calon rektor terhadap kepentingan mahasiswa.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Mahasiswa menyoroti pembatasan aktivitas kampus yang hanya berlangsung hingga pukul 20.00 Wita. Mereka menilai kebijakan tersebut memicu berbagai persoalan, termasuk munculnya kasus pelecehan terhadap mahasiswi di lingkungan kampus. Mahasiswa berharap calon rektor mampu menghadirkan kebijakan yang lebih aman dan berpihak pada mahasiswa.

Mayoritas Mahasiswa Nilai Prof Budu Paling Siap Pimpin Unhas

Dalam dialog tersebut, mayoritas mahasiswa menilai Prof. Dr. dr. Budu, Sp.M(K), M.Med.Ed. sebagai figur yang paling siap memimpin Universitas Hasanuddin. Prof. Budu menarik perhatian peserta dialog melalui pemaparan visi dan misi yang lugas, jelas, dan mudah dipahami.

Salah satu mahasiswa yang hadir menyampaikan bahwa gagasan Prof. Budu menunjukkan visi kuat tentang masa depan kampus. Ia menilai konsep yang Prof. Budu tawarkan menempatkan mahasiswa sebagai agen perubahan sosial, bukan sekadar individu yang mengejar pengembangan diri. Menurutnya, orientasi tersebut mendorong mahasiswa agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Mahasiswa tersebut juga membandingkan gaya kepemimpinan Prof. Budu dengan Prof. JJ. Ia menilai Prof. JJ lebih menekankan pengembangan kemampuan individu selama masa kepemimpinannya dan kurang mendukung lembaga kemahasiswaan. Sebaliknya, Prof. Budu yang memiliki latar belakang sebagai mantan aktivis berkomitmen memperkuat peran lembaga mahasiswa demi keberlanjutan kehidupan kampus.

Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa mengajukan empat hingga lima pertanyaan kepada setiap calon rektor. Prof. Budu menjawab seluruh pertanyaan dengan memaparkan langkah konkret yang akan ia tempuh untuk menindaklanjuti persoalan-persoalan yang selama ini meresahkan mahasiswa.

Mahasiswa juga menyoroti Kurikulum 2023 keluaran Kementerian Pendidikan yang mengatur konversi SKS di luar mata kuliah. Mereka menilai kebijakan tersebut lebih menguntungkan program magang dan melemahkan peran lembaga mahasiswa, karena konversi SKS magang jauh lebih besar meskipun memiliki jam kerja yang setara.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

Menanggapi hal tersebut, Prof. Budu menyatakan bahwa pihak kampus dapat menyesuaikan konversi SKS melalui kebijakan internal. Ia berjanji akan memperbaiki sistem tersebut jika terpilih sebagai Rektor Universitas Hasanuddin. Dengan gaya santai namun tegas, Prof. Budu menjawab seluruh pertanyaan dan memperoleh tepuk tangan meriah dari peserta dialog.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *