Close sidebar
Advertisement Advertisement
Kampus Pendidikan Peristiwa

WR III UNM Klarifikasi Molornya PKKMB dan Aksi BEM

Potret BEM UNM melakukan aksi saat sambutan rektor di kegiatan PKKMB 2025, Foto: Ibnu Qayyum/ngerti.id

Makassar – Wakil Rektor III (WR III) Universitas Negeri Makassar (UNM), Arifin Manggau, memberikan penjelasan terkait keterlambatan pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025. Ia juga menanggapi aksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM yang berlangsung saat acara resmi. Klarifikasi tersebut ia sampaikan melalui sambungan telepon pada Senin (11/8/2025).

Arifin Manggau ungkap bahwa pembicara tidak hadir sesuai jadwal sehingga sesi pertama menjadi molor. “Sesi pertama seharusnya diisi oleh Pak Kapolda, tetapi beliau menghadiri PKKMB di Unhas. Kami juga menyurat ke Pangdam yang seharusnya hadir langsung, namun yang datang justru perwakilan bintang satu. Selain itu, kami juga mengundang anggota DPR RI,” jelasnya.

Prof Hasmyati Tampil dengan Lipa’ Sabbe Bugis Saat Menerima Penghargaan di Simposium Internasional Malaysia

Ia menilai situasi tersebut bukan hal baru dalam kegiatan kampus. Bahkan, menurutnya, mahasiswa kerap membuat jadwal acara molor. “Biasa saja kalau jam 9 dijadwalkan mulai, nyatanya baru dimulai jam 11. Waktu bisa bergeser tergantung kondisi dan situasi,” ujarnya.

WR III Berikan Sorotan terhadap Aksi BEM UNM

Selain membahas keterlambatan, Arifin juga menanggapi aksi BEM UNM saat Rektor UNM menyampaikan sambutan di hadapan Wakil Menteri. Ia menyebut momen tersebut sebagai tindakan yang memalukan bagi seluruh sivitas akademika. “Kita mengundang dua kementerian, tetapi saat itu mereka justru melakukan aksi,” kata Arifin dengan nada tegas.

Menurutnya, pihak yang menyampaikan kritik seharusnya memilih waktu yang lebih tepat. Ia mempertanyakan alasan BEM memilih momen sambutan resmi untuk beraksi. “Kalau memang ada hal yang ingin dikritisi, kenapa tidak dilakukan saat perkenalan LK? Momennya salah karena saat itu Pak Rektor sedang berbicara di hadapan Wakil Menteri,” tambahnya.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Arifin berharap ke depan koordinasi antara mahasiswa dan pihak universitas dapat lebih baik, terutama dalam menentukan waktu penyampaian aspirasi. Ia menegaskan bahwa aspirasi tetap penting, namun penyampaiannya harus mempertimbangkan etika acara resmi. “Kami ingin ke depannya semua pihak bisa memilih momen yang tepat agar jalannya acara universitas tidak terganggu,” tutupnya.

Dengan klarifikasi ini, pihak universitas berupaya menjaga suasana kondusif selama pelaksanaan PKKMB sekaligus memastikan aspirasi mahasiswa tetap mendapat ruang, namun tanpa mengorbankan kelancaran agenda resmi.

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *