Makassar – Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (FT UNM) menampilkan berbagai hasil penelitian dan teknologi tepat guna pada rangkaian Dies Natalis Universitas Negeri Makassar ke-26. Pameran yang berlangsung di lingkungan Fakultas Teknik UNM, Senin (20/07/2026), mengusung tema “Kreatif, Inovatif, Kolaboratif, dan Berdampak bagi Masyarakat” sebagai wujud komitmen menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Pameran tersebut memperlihatkan beragam karya dosen dan mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan. Seluruh inovasi berfokus menjawab kebutuhan sektor peternakan, pertanian, industri rumah tangga, energi terbarukan, serta teknologi digital masyarakat.
Koordinator pameran, Bakhrani, menjelaskan bahwa setiap karya yang hadir merupakan hasil penelitian yang dikembangkan agar memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Menurutnya, pengembangan teknologi tidak cukup berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi harus mampu menjadi solusi yang dapat terasa pada berbagai sektor.
“Karya-karya Fakultas Teknik harus berdampak bagi masyarakat. Inovasi yang ada di sini merupakan hasil penelitian dan hasil karya yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Bakhrani.
Ia menambahkan bahwa Fakultas Teknik UNM terus mendorong dosen dan mahasiswa menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi hasil penelitian agar mampu memberikan dampak ekonomi maupun sosial.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian ialah alat pembersih kandang dan mesin penetas telur burung puyuh berkapasitas 1.080 butir. Menurut Bakhrani, inovasi tersebut hadir untuk membantu peternak meningkatkan efisiensi kerja sekaligus memperbesar produktivitas usaha.
“Inovasi ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat pemelihara burung puyuh,” katanya.
FT UNM Hadir Lewat Teknologi Tepat Guna
Selain teknologi peternakan, Fakultas Teknik UNM juga menampilkan berbagai mesin tepat guna yang mendukung aktivitas usaha masyarakat. Inovasi lainnya meliputi mesin pencabut bulu ayam, pengaduk dodol, pemeras tebu, serta pengupas kelapa muda untuk efisiensi produksi.
Bakhrani menjelaskan sejumlah inovasi telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan mulai menarik minat pengembangan produksi lebih luas.
“Beberapa inovasi ini sudah memperoleh HKI dan mulai diminati untuk diproduksi lebih luas sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Pameran juga menghadirkan berbagai inovasi berbasis teknologi digital. Pengunjung dapat melihat alat pendeteksi kesehatan kulit dan rambut, teknologi bordir digital, drone pertanian, hingga sepeda listrik berbasis solar cell yang merupakan hasil tugas akhir mahasiswa Fakultas Teknik UNM.
Keberagaman inovasi tersebut menunjukkan kemampuan dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan teknologi sesuai kebutuhan zaman. Berbagai karya yang ada juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat mampu menghasilkan solusi yang aplikatif.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik UNM berharap semakin banyak hasil penelitian yang dapat masyarakat manfaatkan, dunia usaha, maupun sektor industri. Pameran inovasi juga menjadi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik sekaligus memperkuat budaya riset yang berorientasi pada kebermanfaatan.
“Harapan kami, inovasi yang lahir dari Fakultas Teknik tidak hanya menjadi karya ilmiah, tetapi benar-benar hadir sebagai solusi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Bakhrani.





Komentar