Makassar – Lurah Kodingareng, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar, bersama warga kembali menghidupkan seni budaya Kodingareng yang sempat vakum selama beberapa tahun. Kebangkitan ini lahir dari kolaborasi pemerintah kelurahan, Ketua RW, tokoh masyarakat, serta pegiat seni Sanggar Kebudayaan Lolo Bayoa Baji Areng.
Kebangkitan seni budaya Kodingareng menjadi langkah awal untuk memulihkan jati diri dan kekayaan budaya masyarakat setempat. Selama beberapa tahun terakhir, berbagai kondisi menghentikan aktivitas seni budaya dan mengurangi ruang ekspresi budaya warga Kelurahan Kodingareng.
Lurah Kodingareng, Sachrir, SE, MM, menegaskan bahwa masyarakat memegang peran penting dalam menghidupkan kembali seni budaya Kodingareng. Ia menilai kesadaran kolektif dan semangat kebersamaan warga mendorong kebangkitan budaya lokal secara berkelanjutan.
“Kesenian dan budaya mencerminkan identitas masyarakat Kodingareng. Saat aktivitas ini terhenti, kami merasakan hilangnya bagian penting dari kehidupan sosial. Berkat inisiatif bersama pemerintah kelurahan, RW, tokoh masyarakat, dan pegiat seni Sanggar Lolo Bayoa, seni budaya Kodingareng kini kembali tumbuh dan berkembang,” ujar Sachrir.
Sachrir menambahkan, Pemerintah Kelurahan Kodingareng terus memperkuat komitmen untuk mendukung kegiatan seni budaya agar berjalan secara berkelanjutan. Pemerintah kelurahan juga mendorong seni budaya Kodingareng sebagai ruang kreativitas dan pembinaan karakter, khususnya bagi generasi muda.
Tokoh masyarakat dan pegiat seni Sanggar Kebudayaan Lolo Bayoa Baji Areng menyambut positif dukungan tersebut. Mereka berharap kebangkitan seni budaya Kodingareng melahirkan program pelatihan yang lebih terarah, rutin, dan berkesinambungan.
Sinergi antara pemerintah kelurahan, RW, tokoh masyarakat, dan Sanggar Kebudayaan Lolo Bayoa Baji Areng diharapkan mampu memperkuat persatuan warga. Kolaborasi ini juga menjaga kearifan lokal serta menumbuhkan kebanggaan masyarakat melalui penguatan seni budaya Kodingareng.





Komentar