Jakarta – Kejaksaan Agung periksa Nadiem Makarim terkait kasus dugaan korupsi Rp 9,9 triliun. Pemeriksaan kasus dugaan korupsi Rp 9,9 triliun terhadap Nadiem berlangsung selama sembilan jam di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Senin (15/07). Pemeriksaan ini menjadi panggilan kedua bagi mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tersebut sebagai saksi dalam kasus pengadaan laptop berbasis Chromebook.
Nadiem tiba di lokasi pemeriksaan pukul 09.00 WIB dan keluar sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah pemeriksaan, ia mengucapkan terima kasih kepada jaksa yang memberinya kesempatan menjelaskan perkara tersebut. Namun, Nadiem memilih untuk tidak memberikan keterangan lebih lanjut kepada media mengenai detail kasus ini.
Kasus ini bermula dari dugaan penyalahgunaan anggaran pengadaan laptop untuk digitalisasi pendidikan di lingkungan Kemendikbudristek pada periode 2019–2022. Kejagung menaikkan status kasus ini ke tahap penyidikan sejak (20/06). Penyidik memeriksa sejumlah pihak, termasuk staf khusus Nadiem, serta menggeledah beberapa lokasi terkait.
Pemeriksaan Nadiem sempat tertunda pada (08/07) karena alasan tertentu. Namun, pada (15/07), ia memenuhi panggilan Kejagung dan memberikan keterangan sebagai saksi. Proses ini menunjukkan keseriusan aparat dalam mengusut dugaan korupsi yang bernilai sangat besar.
Hingga kini, Kejagung belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Penyidik terus mendalami berbagai bukti dan keterangan untuk mengungkap kasus tersebut secara transparan dan akuntabel. Seiring proses penyidikan berjalan, Kejaksaan Agung periksa Nadiem Makarim secara lebih mendalam untuk mengumpulkan fakta dan keterangan penting. Masyarakat pun menunggu perkembangan lebih lanjut dan berharap proses hukum berjalan adil.
Kasus ini menarik perhatian karena menyangkut anggaran publik besar yang berdampak pada sektor pendidikan nasional. Oleh sebab itu, Kejagung berupaya memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Selain itu, pihak Kejagung juga meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penyidikan. Langkah ini dianggap penting agar seluruh fakta dan bukti dapat diungkap dengan tuntas.





Komentar